Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

GMKI Gaungkan Ketahanan Keluarga di Tengah Bencana Aceh–Sumatra

Laporan: Halim Dzul
Minggu, 04 Januari 2026 | 09:50 WIB
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) GMKI Masa Bakti 2025–2027, Prima Surbakti - Istimewa/RMN -
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) GMKI Masa Bakti 2025–2027, Prima Surbakti - Istimewa/RMN -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta — Rentetan bencana ekologis yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dinilai membawa dampak serius terhadap ketahanan keluarga, terutama bagi anak dan perempuan. 
 

Dalam rangkaian Seminar Natal Nasional 2025, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menegaskan komitmennya menjadikan keluarga sebagai fondasi bangsa sekaligus pusat perhatian dalam kerja-kerja kemanusiaan.
 

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) GMKI Masa Bakti 2025–2027, Prima Surbakti, menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh korban bencana, seraya menekankan bahwa bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memukul sendi-sendi kehidupan keluarga.
 

Anak dan Perempuan Paling Rentan
 

Menurut Prima, dampak bencana dirasakan berlapis oleh keluarga terdampak. Trauma psikologis, kehilangan anggota keluarga, hingga hancurnya rumah tinggal menjadi luka awal yang harus dihadapi.
 

“Secara psikologis, saudara-saudara kita mengalami trauma, kehilangan keluarga yang dicintai, rumah hancur, akses pendidikan anak terputus karena infrastruktur rusak,” ujar Prima kepada Raja Media Network, Sabtu (4/1/2026).
 

Ia menambahkan, anak-anak dan para ibu menjadi kelompok paling rentan. Keterbatasan akses pangan memicu risiko kekurangan gizi, sementara perempuan dan anak perempuan harus bekerja keras membersihkan rumah dari lumpur dan sisa banjir, bahkan terpaksa mengungsi ke tempat lain.
 

“Ketika harus meninggalkan rumah dan lingkungan asal, ikatan emosional dan budaya keluarga pun ikut tergerus,” jelasnya.

PP GMKI menyalurkan 2.600 paket sembako untuk korban banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. - Foto: Dok. GMKI -

Solidaritas Natal Tak Berhenti pada Simbol
 

Dalam konteks Natal Nasional 2025, GMKI menegaskan bahwa solidaritas kemanusiaan tidak boleh berhenti pada seremoni dan simbol keagamaan. Aksi nyata di lapangan menjadi keharusan moral.
 

Prima mengungkapkan, GMKI mengawalinya dengan doa serentak bersama seluruh Badan Pengurus Cabang (BPC) GMKI se-Nusantara, sebagai bentuk solidaritas spiritual dan empati kebangsaan.
 

Gotong Royong Nasional, Dana Rp440 Juta Terkumpul
 

Lebih dari itu, PP GMKI bersama 122 cabang di seluruh Indonesia menggelar aksi gotong royong dan penggalangan dana kemanusiaan sejak Desember 2025. Aksi tersebut dilakukan secara terbuka di berbagai kota dan kabupaten.
 

“Hingga saat ini, dana yang terkumpul mencapai Rp440 juta,” ungkap Prima.
 

Dana tersebut kemudian diwujudkan dalam bantuan konkret. Melalui BPC GMKI di Sumatra Utara dan Padang, GMKI menyalurkan sebanyak 2.600 paket sembako ke wilayah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Seluruh bantuan disalurkan langsung oleh GMKI kepada masyarakat.
 

Turun Langsung Bersihkan Lumpur
 

Tak hanya menyalurkan bantuan logistik, GMKI juga terlibat langsung dalam kerja-kerja pemulihan di lapangan. Kader GMKI ikut membersihkan lumpur dan sisa material banjir di wilayah terdampak.
 

“Ini bagian dari panggilan iman dan kemanusiaan kami. Natal harus hadir sebagai kabar pengharapan yang nyata bagi mereka yang terluka,” tegas Prima.
 

GMKI berharap, kerja bersama lintas elemen bangsa dapat mempercepat pemulihan pascabencana, sekaligus memperkuat kembali ketahanan keluarga sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.rajamedia

Komentar: