Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Menag: Natal Nasional 2025 Luar Biasa, Sederhana tapi Berdampak Universal!

Laporan: Nazila Nur
Minggu, 04 Januari 2026 | 11:46 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat di wanwancara tekait pelaksanaan Panitia Nasional 2025 - Ist/RMN -
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat di wanwancara tekait pelaksanaan Panitia Nasional 2025 - Ist/RMN -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi Perayaan Natal Nasional 2025 sebagai perayaan yang luar biasa. Di tengah kesederhanaan yang diusung, Natal tahun ini justru menghadirkan makna mendalam, berdampak luas, dan dirasakan secara universal oleh seluruh elemen bangsa.
 

Menurut Menag, kesederhanaan format perayaan tidak boleh dimaknai sebagai keterbatasan, melainkan sebagai kekuatan pesan kebersamaan dan kepekaan sosial yang relevan dengan kondisi bangsa saat ini.
 

“Natal tahun ini jangan dipahami sebagai perayaan yang kecil. Justru sebaliknya, dampaknya sangat besar, luas, dan universal. Nilainya bisa dirasakan lintas agama, lintas etnik, dan lintas daerah,” ujar Nasaruddin Umar usai Seminar Natal Nasional 2025 di di Aula lantai 1 STFT Jakarta, Sabtu (3/1/2026).
 

Kesederhanaan yang Mencerminkan Kedewasaan Beragama
 

Menag mengapresiasi keputusan panitia yang tidak memusatkan perayaan dalam satu acara besar-besaran, melainkan memilih rangkaian kegiatan sederhana yang menyentuh banyak lapisan masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan kedewasaan beragama sekaligus empati sosial, terutama di tengah masyarakat yang masih menghadapi bencana dan kesulitan ekonomi.
 

“Saya melihat ini sebagai perayaan yang sangat Indonesia. Ada empati, ada kepedulian, dan ada kesadaran bahwa di tengah perayaan, kita tetap harus memperhatikan saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” tegasnya.
 

Keluarga, Fondasi Utama Bangsa
 

Menag juga menyoroti tema Natal Nasional 2025, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, sebagai tema yang sangat sentral dan relevan lintas iman. Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pendidikan dan pembentukan karakter manusia.

“Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak manusia. Jika keluarga itu baik dan utuh, maka pendidikan di masyarakat dan sekolah hanya menjadi pelengkap. Inti pendidikan sesungguhnya ada di keluarga,” jelas Menag.
 

Menurutnya, tantangan keluarga saat ini semakin kompleks, mulai dari persoalan ekonomi, relasi dalam rumah tangga, hingga tekanan sosial dan digital. Karena itu, rangkaian seminar dan diskusi Natal Nasional dinilai penting tidak hanya bagi umat Kristiani, tetapi juga bagi seluruh warga bangsa.
 

“Isu keluarga ini menyentuh kita semua. Tema ini bukan hanya relevan bagi satu umat, tetapi bagi seluruh agama dan masyarakat Indonesia,” tambahnya.
 

Dorong Jadi Diskursus Nasional dan Global
 

Menag berharap gagasan dan rekomendasi dari Seminar Natal Nasional 2025 dapat terus dikembangkan dan menjadi rujukan dalam diskursus nasional, bahkan internasional, terkait penguatan ketahanan keluarga.
 

“Ke depan, tidak tertutup kemungkinan hasil seminar ini dibawa ke forum yang lebih luas, agar dunia memahami betapa pentingnya memperbaiki ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya.
 

Panitia Tegaskan Natal Berdampak Nyata
 

Sementara itu, Ketua Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, menjelaskan bahwa tema Natal Nasional lahir dari keprihatinan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi keluarga Indonesia, mulai dari tekanan ekonomi, persoalan komunikasi keluarga, hingga dampak sosial seperti narkoba dan pengaruh dunia digital.

Ketua Panita Natal Nasional 2025 Maruarar Sirait saat diwawancara - Istimewa -

“Pesan utama Natal Nasional ini adalah penyelamatan dan penguatan keluarga. Keluarga yang saling menopang adalah fondasi utama bangsa,” ujarnya.

Arahan Presiden Republik Indonesia agar perayaan Natal digelar secara sederhana, berdampak, dan terbuka menjadi pedoman utama panitia. Natal Nasional 2025 digelar dengan peserta terbatas, sekitar 3.600 orang, dengan prioritas kehadiran hamba Tuhan, pengurus gereja, anak yatim piatu, anak Sekolah Minggu, guru agama, serta penyandang disabilitas.
 

UMKM, Seniman, dan Aksi Sosial Nusantara
 

Kesederhanaan perayaan juga diwujudkan melalui pemberdayaan UMKM untuk penyediaan konsumsi serta pelibatan seniman nasional dan daerah dari berbagai wilayah Indonesia. Ornamen Natal dirancang menggunakan produk lokal dan buah-buahan Nusantara sebagai simbol kecintaan pada hasil bumi Indonesia.
 

Selain perayaan puncak, Natal Nasional 2025 dirangkai dengan berbagai aksi sosial di Papua, Sumatra, Kalimantan Barat, NTT, dan wilayah lainnya. Kegiatan tersebut meliputi dukungan pendidikan dan kesehatan, bantuan sosial, distribusi kitab suci, renovasi rumah ibadah, hingga pembangunan infrastruktur penunjang di daerah terpencil.
 

“Kami ingin Natal ini benar-benar berdampak bagi seluruh rakyat Indonesia. Perbedaan agama, suku, dan latar belakang justru menjadi kekuatan bangsa,” tegas Maruarar.
 

Ia menambahkan, seluruh rangkaian Natal Nasional 2025 terlaksana berkat semangat gotong royong lintas iman, sejalan dengan pesan kebersamaan yang terus digaungkan Kementerian Agama.rajamedia

Komentar: