Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Imbas Konflik Timur Tengah, Rute Internasional Indonesia Berantakan!

Laporan: Firman
Selasa, 17 Maret 2026 | 21:19 WIB
Foto ilustrasi - Repro -
Foto ilustrasi - Repro -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta – Kabar penting buat para pelancong! Hingga 17 Maret 2026, pemerintah memastikan tidak ada penutupan total penerbangan internasional di Indonesia. Tapi jangan lega dulu—sejumlah rute mengalami gangguan serius.
 

Mulai dari konflik di Timur Tengah hingga momen sakral Hari Raya Nyepi, situasi penerbangan global sedang tidak baik-baik saja.
 

Timur Tengah Memanas, Penerbangan Kena Imbas
 

Ketegangan di kawasan Timur Tengah bikin efek domino ke jalur udara internasional. Penutupan wilayah udara di beberapa negara seperti Iran memaksa maskapai putar otak.
 

Sejumlah maskapai besar seperti Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, hingga Saudia sempat membatalkan atau menunda penerbangan ke Indonesia, khususnya rute Jakarta dan Denpasar.
 

Tak hanya itu, penerbangan menuju Eropa dan Timur Tengah kini harus memutar, menghindari wilayah konflik. Dampaknya? Waktu tempuh makin panjang, biaya operasional ikut naik.
 

Meski begitu, Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai masih beroperasi normal untuk rute internasional lainnya.
 

Nyepi: Bali “Tutup Total” 24 Jam
 

Khusus di Bali, ada kebijakan berbeda. Dalam rangka menghormati Hari Raya Nyepi, Bandara Ngurah Rai akan ditutup total selama 24 jam.
 

Penutupan dimulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 06.00 WITA hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.
 

Selama periode ini, semua penerbangan—baik domestik maupun internasional—dihentikan total. Bali benar-benar “diam”, tanpa aktivitas transportasi udara.
 

Bandara Internasional Dipangkas
 

Di sisi lain, pemerintah juga telah mengurangi jumlah bandara berstatus internasional.
 

Sebanyak 17 bandara dicabut statusnya demi efisiensi dan optimalisasi jaringan penerbangan nasional. Artinya, kini hanya bandara tertentu yang melayani penerbangan langsung ke luar negeri.
 

Jangan Sampai Ketinggalan Pesawat!
 

Dengan kondisi yang dinamis ini, calon penumpang diminta ekstra waspada. Perubahan jadwal bisa terjadi sewaktu-waktu. Mulai dari delay, pembatalan, hingga perubahan rute.
 

Solusinya sederhana: rutin cek informasi terbaru lewat situs resmi maskapai atau aplikasi perjalanan.
 

Karena di tengah situasi global yang belum stabil, satu hal yang pasti—jadwal bisa berubah kapan saja!rajamedia

Komentar: