Skema Pecah Belah Zionis Dibongkar Dubes Iran: Isu Sunni–Syiah Strategi Lemahkan Umat
RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Isu perpecahan Sunni–Syiah kembali disorot. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyebut konflik mazhab di dunia Islam bukan terjadi secara alami—melainkan dikondisikan untuk melemahkan umat.
Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan di kediaman Din Syamsuddin di kawasan Pondok Labu, Jakarta, Jumat (3/4/2026).
“Umat Dipecah, Supaya Mudah Dilemahkan”
Boroujerdi menilai narasi perpecahan antarmazhab sengaja dibentuk oleh kekuatan tertentu.
“Perpecahan itu diinisiasi dan dikondisikan. Ketika umat tercerai-berai, maka akan lemah,” tegasnya.
Ia bahkan menyebut keterlibatan kelompok Zionis dalam menciptakan konflik internal di tubuh umat Islam.
Iran Klaim Tak Lagi Bahas Sunni–Syiah
Menurut Boroujerdi, di Iran isu Sunni–Syiah sudah tidak lagi menjadi perdebatan.
Ia menegaskan masyarakat Iran justru hidup dalam keberagaman:
1. Ada komunitas Ahlussunnah wal Jamaah
2. Ada kelompok Syiah
3. Bahkan terdapat pemeluk agama lain
“Iran tidak lagi membahas perbedaan mazhab,” ujarnya.
Semua Punya Peran, Termasuk Non-Muslim
Boroujerdi juga menyoroti keterlibatan berbagai kelompok dalam sistem negara Iran.
Ia menyebut:
1. Perwakilan Ahlussunnah ada di parlemen
2. Komunitas Nasrani dan Yahudi juga memiliki kursi
3. Bahkan unsur militer berasal dari berbagai latar belakang
Semua disebut bersatu dalam menjaga negara.
Ancaman Tak Pilih Mazhab
Dalam konteks konflik, ia mengingatkan bahwa ancaman eksternal tidak membedakan identitas.
“Ketika rudal jatuh, tidak memilih Sunni atau Syiah,” katanya.
Pesan ini menegaskan pentingnya persatuan di tengah konflik global.
Israel Dituding Diskriminatif
Boroujerdi juga mengkritik kebijakan Israel yang dinilai membedakan perlakuan berdasarkan identitas.
Ia menyinggung adanya aturan yang mengistimewakan kelompok tertentu, sementara pihak lain—terutama Palestina—mendapat perlakuan keras.
Di tengah konflik global, narasi perpecahan jadi senjata paling halus—tapi mematikan. Jika umat terus sibuk berdebat identitas, maka yang lain akan diam-diam mengambil kendali. Pertanyaannya: siapa yang diuntungkan dari perpecahan ini?![]()
Politik 1 hari yang lalu
Dunia | 5 hari yang lalu
Ekbis | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 6 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Keamanan | 6 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Keamanan | 6 hari yang lalu
Hukum | 6 hari yang lalu