Iran-AS di Ambang Damai! MoU Bersejarah Disebut Tinggal Hitungan Hari
RAJAMEDIA.CO — Teheran — Titik terang mulai terlihat dalam hubungan panas antara Iran dan Amerika Serikat. Setelah bertahun-tahun berada dalam pusaran konflik dan ketegangan geopolitik, kedua negara kini disebut hanya selangkah lagi menuju kesepakatan awal yang berpotensi mengubah peta politik Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan bahwa Nota Kesepahaman (MoU) antara Teheran dan Washington dapat ditandatangani dalam beberapa hari ke depan.
Pernyataan itu disampaikan Araghchi dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran pada Jumat (12/6/2026), sebagaimana dilaporkan Xinhua.
Penandatanganan Dilakukan Secara Digital
Araghchi menjelaskan proses finalisasi dokumen masih berlangsung.
Jika seluruh poin berhasil dirampungkan, MoU akan ditandatangani secara digital oleh kedua pihak dari negara masing-masing sebelum diumumkan secara resmi kepada publik internasional.

Menurutnya, dokumen tersebut bukanlah akhir dari proses perdamaian, melainkan pintu masuk menuju perundingan yang lebih luas dan komprehensif.
Komitmen Hentikan Konflik
Dalam MoU yang tengah disusun, Iran dan Amerika Serikat disebut akan berkomitmen untuk tidak memulai konflik baru.
Kesepakatan itu juga menjadi landasan bagi dimulainya negosiasi tahap kedua yang dijadwalkan berlangsung selama 60 hari.
Tahapan lanjutan tersebut akan menjadi arena pembahasan isu-isu paling sensitif yang selama ini menjadi sumber ketegangan kedua negara.
Nuklir dan Sanksi Jadi Isu Utama
Araghchi menegaskan bahwa program nuklir Iran dan pencabutan sanksi ekonomi Amerika Serikat akan menjadi fokus utama dalam negosiasi berikutnya.
Namun Teheran tetap mempertahankan garis merahnya.
Iran menolak pemindahan uranium yang telah diperkaya ke negara lain dan bersikeras seluruh pengelolaan material nuklir harus tetap berada di dalam wilayahnya sendiri.
Bagi Teheran, hal tersebut merupakan bagian dari hak kedaulatan yang tidak bisa ditawar.
Lebanon hingga Selat Hormuz Masuk Kesepakatan
MoU yang sedang dirancang juga disebut mencakup penghentian konflik di sejumlah kawasan yang selama ini menjadi titik panas Timur Tengah.
Salah satunya adalah Lebanon.
Dalam kerangka kesepakatan tersebut, Israel disebut harus menarik diri dari wilayah yang saat ini masih didudukinya.
Selain itu, pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi poin strategis yang mendapat perhatian besar dunia.
Iran Tetap Pertahankan Kendali Hormuz
Meski Selat Hormuz akan kembali dibuka, Araghchi menegaskan pengelolaan jalur pelayaran vital tersebut tidak akan kembali seperti sebelum perang.
Iran tetap akan mempertahankan kedaulatan penuh serta kehadiran militernya di kawasan itu.
Namun Teheran berjanji menerapkan sistem hukum baru yang selaras dengan ketentuan hukum internasional.
Iran juga menyatakan tidak akan mengenakan biaya lintasan bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, meskipun skema layanan tertentu masih dimungkinkan diterapkan.
Trump: Kesepakatan Sudah Sangat Dekat
Dari Washington, Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memberi sinyal positif.
Trump menyebut peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran saat ini sangat besar.
Dalam beberapa pekan terakhir, kedua negara diketahui aktif bertukar proposal perdamaian melalui mediasi Pakistan.
Proses diplomasi tersebut menjadi jalur utama untuk merampungkan MoU yang diharapkan mampu menghentikan konflik sekaligus membuka jalan menuju perjanjian damai yang lebih permanen.
Jika kesepakatan ini benar-benar terwujud, dunia akan menyaksikan salah satu terobosan diplomatik terbesar dalam hubungan Iran-Amerika Serikat dalam beberapa dekade terakhir.![]()
Olahraga 5 hari yang lalu
Hukum | 6 hari yang lalu
Olahraga | 4 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Olahraga | 5 hari yang lalu
Keamanan | 2 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Olahraga | 5 hari yang lalu
Dunia | 4 hari yang lalu
Politik | 5 hari yang lalu