Kemarau Rasa Musim Hujan Disertai Angin Kencang Intai Puluhan Wilayah RI
RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 10–12 Juni 2026. Sejumlah wilayah di Indonesia diperkirakan masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang.
Menariknya, kondisi ini terjadi di tengah periode musim kemarau yang sedang berlangsung di sebagian besar wilayah Indonesia.
BMKG meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir, genangan, longsor, hingga pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Empat Provinsi Berstatus Siaga
BMKG mencatat empat wilayah masuk kategori Siaga karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.
Wilayah tersebut meliputi:
• Sumatra Utara
• Sulawesi Barat
• Maluku Utara
• Maluku
Sementara itu, sejumlah daerah lain masuk kategori Waspada karena berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.
Daftar Wilayah Berstatus Waspada
BMKG memprediksi hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di:
• Aceh
• Sumatra Barat
• Riau
• Kepulauan Riau
• Sumatra Selatan
• Jawa Timur
• Bali
• Nusa Tenggara Barat
• Kalimantan Barat
• Kalimantan Tengah
• Kalimantan Timur
• Kalimantan Utara
• Kalimantan Selatan
• Sulawesi Utara
• Gorontalo
• Sulawesi Tengah
• Sulawesi Selatan
• Sulawesi Tenggara
• Papua Barat Daya
• Papua Tengah
• Papua
BMKG menegaskan tidak ada wilayah yang masuk kategori Awas atau hujan ekstrem pada Kamis (11/6/2026).
Angin Kencang Juga Mengancam
Selain hujan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang di beberapa wilayah.
Daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain:
• Kepulauan Bangka Belitung
• Maluku
• Nusa Tenggara Timur
• Sulawesi Tenggara
Kenapa Masih Hujan Saat Kemarau?
BMKG menjelaskan fenomena hujan di musim kemarau dipengaruhi berbagai faktor atmosfer global dan regional.
Saat ini kondisi El Niño di Samudra Pasifik memang cenderung mengurangi curah hujan di sebagian wilayah Indonesia.
Namun, dinamika atmosfer regional masih cukup aktif sehingga mampu memicu pembentukan awan hujan.
Gelombang Atmosfer Masih Aktif
BMKG mengungkapkan sejumlah faktor yang masih mendukung pertumbuhan awan hujan antara lain:
1. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO)
2. Gelombang Kelvin
3. Gelombang Rossby Ekuatorial
4. Potensi sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik utara Papua
5. Labilitas atmosfer yang cukup kuat
Kondisi tersebut berpotensi memicu hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat di berbagai wilayah.
Papua dan Maluku Jadi Sorotan
BMKG mencatat wilayah yang memiliki potensi aktivitas konvektif cukup tinggi meliputi:
• Aceh
• Kepulauan Bangka Belitung
• Sulawesi Utara
• Maluku Utara
• Papua Barat Daya
• Papua Barat
• Papua Tengah
• Papua Pegunungan
• Papua
Masyarakat Diminta Waspada
BMKG mengimbau masyarakat tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru dan mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, serta pengguna transportasi laut dan udara.
Meski musim kemarau telah berlangsung, cuaca Indonesia masih dinamis dan berpotensi menghadirkan hujan lebat secara tiba-tiba di sejumlah wilayah.![]()
Keamanan | 4 hari yang lalu
Ekbis | 6 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Ekbis | 5 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Politik | 4 hari yang lalu
Daerah | 6 hari yang lalu