Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Xi Jinping Sindir Keras AS-Israel: “Hukum Internasional Bukan Alat Pilih-Pilih!”

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 15 April 2026 | 20:07 WIB
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump dengan
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump dengan

RAJAMEDIA.CO — Beijing — Nada tegas datang dari Presiden Tiongkok Xi Jinping. Di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah, ia menegaskan satu hal: supremasi hukum internasional tak boleh dipermainkan.
 

Pernyataan ini dibaca luas sebagai sindiran tajam terhadap operasi militer Amerika Serikat dan Israel di Iran.
 

“Tak Bisa Dipakai Sesuka Hati”
 

Dalam pertemuan dengan Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Xi menegaskan bahwa hukum internasional bukan alat fleksibel yang bisa dipakai saat menguntungkan lalu diabaikan ketika tidak.
 

“Supremasi hukum tidak dapat digunakan ketika menguntungkan dan diabaikan ketika tidak,” tegasnya, Rabu (15/4/2026).
 

Pernyataan ini menjadi salah satu kritik paling terbuka Beijing terhadap eskalasi konflik yang melibatkan Washington dan Tel Aviv.
 

China Siap Mainkan Peran Damai
 

Meski sebelumnya relatif hemat komentar, Xi kini membuka posisi lebih aktif. Ia menyatakan Tiongkok siap memainkan peran konstruktif dalam mendorong dialog damai di kawasan Timur Tengah.
 

Langkah ini mempertegas ambisi Beijing sebagai penyeimbang baru dalam geopolitik global.
 

Empat Poin Perdamaian Didorong Beijing
 

Dalam forum tersebut, Xi juga mengajukan empat gagasan utama untuk meredakan konflik, di antaranya:
 

1. Menjaga kedaulatan dan keamanan negara-negara Timur Tengah 

2. Menghormati integritas teritorial 

3. Menegakkan hukum internasional secara konsisten 

4. Memperkuat peran sistem global berbasis PBB 
 

Baginya, stabilitas kawasan hanya bisa tercapai jika semua pihak bermain dengan aturan yang sama.
 

Panggung Diplomasi Memanas
 

Menariknya, pernyataan ini muncul menjelang rencana pertemuan antara Xi dan Presiden AS, Donald Trump, yang dijadwalkan berlangsung di Beijing bulan depan.
 

Pertemuan ini diprediksi akan menjadi ajang adu pengaruh sekaligus negosiasi panas terkait konflik Timur Tengah.
 

Pesan Tegas Beijing
 

Di tengah konflik yang terus membara, pesan Xi sederhana tapi keras: dunia tak bisa berjalan dengan standar ganda.
 

Jika hukum internasional terus dipermainkan, maka perdamaian hanya akan jadi slogan—bukan kenyataan.rajamedia

Komentar: