Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

WH Janji Kawal Kasus SIP Pamulang, Siap Bawa ke Rapat DPR

Laporan: Firman
Selasa, 16 Juni 2026 | 21:50 WIB
Anggota DPR Komisi VIII Wahidin Halim saat menghadiri Dialog dan Dengar Aspirasi bersama guru dan orang tua siswa SIP di Pamulang, Selasa (16/6/2026). - Foto: Dok. RMN -
Anggota DPR Komisi VIII Wahidin Halim saat menghadiri Dialog dan Dengar Aspirasi bersama guru dan orang tua siswa SIP di Pamulang, Selasa (16/6/2026). - Foto: Dok. RMN -

RAJAMEDIA.CO - Pamulang, Legislator - Anggota DPR RI Komisi VIII, Wahidin Halim, menyatakan siap mengawal persoalan yang tengah dihadapi Sekolah Islam Pembangunan (SIP) Pamulang pasca insiden penggerudukan yang terjadi pada 4 Juni 2026 lalu.
 

Mantan Gubernur Banten yang akrab disapa WH itu menegaskan dunia pendidikan tidak boleh terganggu oleh persoalan apa pun, terlebih ketika proses hukum masih berjalan.
 

"Saya akan bersama-sama pihak sekolah dan orang tua untuk mengawal persoalan ini. Mari kita berjuang bersama. Saya akan menyampaikan ini ke Kementerian Agama dalam rapat di DPR saat ada rapat koordinasi," kata Wahidin Halim saat menghadiri Dialog dan Dengar Aspirasi bersama guru dan orang tua siswa SIP di Pamulang, Selasa (16/6/2026).
 

Pendidikan Jangan Jadi Korban Konflik
 

Dalam forum yang digelar Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta itu, Wahidin menegaskan keberadaan lembaga pendidikan yang dibangun masyarakat harus mendapatkan perlindungan.
 

Menurutnya, negara selama ini sangat terbantu dengan kontribusi lembaga pendidikan swasta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
 

Karena itu, aktivitas pendidikan tidak boleh terganggu oleh konflik atau tindakan yang berpotensi mengganggu proses belajar mengajar.
 

"Pendidikan tidak boleh diganggu. Negara sangat tertolong dengan adanya masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan seperti SIP ini," tegasnya.
 

Orang Tua Keluhkan Trauma Siswa
 

Dalam sesi dialog, sejumlah orang tua siswa menyampaikan keresahan mereka pasca insiden yang terjadi di lingkungan SIP Pamulang beberapa waktu lalu.
 

Salah seorang wali murid, Johan Aristya Lesmana, mengaku banyak siswa mengalami ketakutan setelah peristiwa tersebut.
 

Menurutnya, beberapa anak bahkan enggan berangkat ke sekolah keesokan harinya karena masih trauma.
 

"Anak-anak kami trauma, bahkan esok harinya meminta untuk tidak masuk sekolah sebab ketakutan," ujarnya.
 

Johan meminta Wahidin Halim sebagai anggota DPR RI turut memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang.
 

Ia juga berharap seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
 

Guru Minta Kepastian dan Perlindungan
 

Aspirasi serupa juga disampaikan para guru SIP yang hadir dalam kegiatan tersebut.
 

Mereka berharap kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung normal tanpa adanya gangguan yang berdampak pada psikologis siswa maupun tenaga pendidik.
 

Para guru juga meminta adanya kepastian dan perlindungan agar lingkungan sekolah tetap kondusif.
 

Digelar Bertepatan Tahun Baru Hijriah
 

Kegiatan dialog tersebut diselenggarakan Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta dan dihadiri sekitar 250 peserta yang terdiri dari guru, orang tua siswa SIP Pamulang, serta guru TK Ketilang Ciputat Timur.
 

Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta, Ilham Aufa, mengatakan kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah.
 

Selain sebagai momentum syukur dan doa bersama menyambut Tahun Baru Islam, forum itu juga dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait persoalan yang tengah dihadapi SIP.
 

"Acara ini digelar dengan menghadirkan Bapak Wahidin Halim sebagai anggota DPR RI Komisi VIII untuk mendengarkan aspirasi terkait peristiwa penggerudukan pihak UIN Jakarta ke SIP Pamulang tanggal 4 Juni lalu," kata Ilham.
 

Ajak Berdoa Bersama
 

Menutup dialog, Wahidin Halim mengajak seluruh peserta memanjatkan doa bersama agar persoalan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik.
 

Dalam suasana Tahun Baru Hijriah, ia memimpin pembacaan doa dan zikir sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memperoleh kekuatan dan jalan keluar terbaik.
 

Para orang tua dan guru menyambut positif kehadiran Wahidin Halim yang dinilai mau turun langsung mendengarkan aspirasi mereka.
 

Mereka berharap proses pendidikan di SIP Pamulang dapat terus berjalan dengan baik tanpa terganggu persoalan di luar kegiatan belajar mengajar.rajamedia

Komentar: