Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

UMKM Jangan Cuma Dikasih Modal! DPR: Banyak yang Punya Produk Tapi Bingung Jualan

Laporan: Halim Dzul
Kamis, 28 Mei 2026 | 05:16 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI Eva Monalisa - Humas DPR -
Anggota Komisi VII DPR RI Eva Monalisa - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta, Legislator — Dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tak bisa lagi sekadar berhenti pada bantuan modal usaha. DPR RI menilai, UMKM membutuhkan dukungan yang lebih konkret dan terintegrasi agar benar-benar bisa naik kelas di tengah kerasnya persaingan ekonomi.
 

Anggota Komisi VII DPR RI Eva Monalisa menegaskan, penguatan UMKM harus dibarengi akses pembiayaan, pendampingan bisnis, hingga konektivitas pasar yang jelas.
 

Menurut politisi PKB itu, selama ini banyak pelaku UMKM memiliki produk dan modal usaha, tetapi tidak tahu bagaimana memperluas jaringan pemasaran mereka.
 

“Kadang-kadang entrepreneur ini ada modalnya, ada jualannya, tapi mereka nggak tahu ke mana akses pasarnya,” kata Eva dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
 

UMKM Belum Naik Kelas
 

Eva menilai kondisi UMKM Indonesia saat ini masih jauh dari ideal jika dibandingkan dengan sejumlah negara di Asia Tenggara.
 

Ia mengatakan, mayoritas pelaku UMKM masih menjalankan usaha sekadar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, belum berorientasi pada inovasi dan pengembangan usaha jangka panjang.
 

Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya hadir sebagai pemberi bantuan modal, tetapi juga menjadi pendamping aktif bagi pelaku usaha kecil.
 

“Saya menekankan bahwa upaya pengembangan UMKM tidak boleh berhenti pada tataran teoritis semata,” ujarnya.
 

Akses Pasar Jadi Masalah Utama
 

Menurut Eva, salah satu persoalan terbesar UMKM saat ini adalah minimnya akses pasar dan lemahnya jaringan distribusi.
 

Banyak produk UMKM dinilai memiliki kualitas baik, namun kalah bersaing karena tidak mendapat dukungan pemasaran yang memadai.
 

Ia menegaskan, pemerintah harus hadir membuka konektivitas pasar sekaligus memperkuat inkubasi bisnis agar pelaku UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.
 

“Selain modal yang kita butuhkan, kita itu perlu akses pasar dan juga pendampingan dari pemerintah,” tegasnya.
 

Pemerintah Harus Turun Tangan
 

Eva menilai keterlibatan pemerintah menjadi faktor penting dalam membangun UMKM nasional yang kuat dan kompetitif.
 

Menurutnya, tanpa dukungan kebijakan yang nyata, sulit bagi UMKM Indonesia untuk benar-benar naik kelas dan menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
 

“Jadi kunci, keterlibatan pemerintah itu sangat perlu, terutama untuk membuka akses pasar,” pungkas Eva Monalisa.rajamedia

Komentar: