Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Timwas DPR Kawal Prosesi Armuzna! Tenda Haji Dicek Ketat Satu per Satu

Laporan: Halim Dzul
Minggu, 24 Mei 2026 | 20:37 WIB
Ketua Timwas Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal menggelar rapat evaluasi bersama Kemenhaj jelang Armuzna - Foto: Humas DPR -
Ketua Timwas Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal menggelar rapat evaluasi bersama Kemenhaj jelang Armuzna - Foto: Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Makkah, Legislator —  Menjelang fase paling krusial ibadah haji, Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI mulai memperketat pengawasan di Tanah Suci.
 

Dalam evaluasi komprehensif bersama jajaran Kementerian Haji dan Umrah di AlQim’ma Hall, Makkah, Minggu (24/5/2026), Timwas DPR RI mengungkap berbagai capaian positif sekaligus sederet catatan penting yang harus segera dibenahi jelang puncak Armuzna.
 

Ketua Timwas Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengatakan pengawasan haji tahun ini dibagi dalam dua tahap besar: Madinah dan Makkah.
 

Madinah Dipuji, Makkah Mulai Diawasi Ketat
 

Menurut Cucun, tahap pengawasan di Madinah resmi ditutup dengan hasil memuaskan.
 

Ia bahkan memberi apresiasi tinggi terhadap kinerja Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia yang dinilai berhasil menjalankan penyelenggaraan haji perdana tahun ini dengan cukup baik.
 

“Dari Madinah sudah closing, kita apresiasi penyelenggaraan haji yang cukup luar biasa. Ini adalah pencapaian perdana Kementerian Haji menyelenggarakan haji di tahun ini, kita sangat apresiasi,” ujar Cucun.
 

Namun memasuki fase pengawasan di Makkah, DPR mulai menemukan sejumlah titik yang perlu diperbaiki.
 

Mulai dari persoalan kelayakan fasilitas hingga jarak hotel jemaah menjadi perhatian serius Timwas DPR RI.
 

Waspada Praktik Manipulasi Tenda
 

Sorotan paling tajam tertuju pada persiapan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
 

Cucun mengungkapkan, selama ini praktik manipulasi kapasitas tenda oleh syarikah atau perusahaan penyedia layanan masih sering terjadi.
 

“Dulu kita kadang-kadang dibilang oleh pemilik tenda syarikah isinya 100, padahal cuma 50. Sekarang betul-betul dicek secara ketat,” ungkapnya.
 

Menurutnya, tahun ini pengawasan dilakukan jauh lebih detail.
 

Petugas haji bahkan memeriksa langsung kondisi tenda, kapasitas riil, hingga ketersediaan kasur satu per satu demi memastikan kenyamanan jemaah Indonesia.
 

Upgrade Biaya Haji Demi Layanan Lebih Baik
 

Timwas DPR RI juga memuji para petugas haji yang telah mendapat pelatihan di Jakarta sebelum bertugas di Tanah Suci.
 

Dedikasi petugas dinilai sangat membantu memastikan kualitas layanan selama fase Armuzna yang dikenal paling berat dan penuh risiko.
 

Cucun menegaskan DPR RI juga membuka kemungkinan melakukan upgrade komponen biaya penyelenggaraan ibadah haji demi peningkatan kualitas layanan ke depan.
 

Menurutnya, kualitas pelayanan jemaah harus terus meningkat secara eksponensial setiap tahun.
 

"Tinggal Hadapi Puncak Armuzna"
 

Dalam pertemuan yang sama, Menteri Haji dan Umrah RI, Muhammad Irfan Yusuf, menyampaikan terima kasih atas pengawasan aktif DPR RI sejak masa persiapan di embarkasi hingga operasional di Tanah Suci.
 

“Alhamdulillah sampai hari ini, pemberangkatan, persiapan di embarkasi, kegiatan di Madinah, hingga kegiatan di Makkah semuanya berjalan sesuai dengan harapan kita. Tinggal puncak haji yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujar Irfan.
 

Ia menilai berbagai masukan dari DPR RI menjadi instrumen penting untuk memperbaiki pelayanan haji ke depan.
 

“Tadi saya mendapatkan banyak masukan dari teman-teman DPR. Ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah haji,” katanya.
 

Doa untuk Kelancaran Puncak Haji
 

Menutup evaluasi tersebut, Cucun meminta doa seluruh masyarakat Indonesia agar fase Armuzna berjalan aman dan lancar.
 

Ia mengingatkan, fase puncak haji sangat rentan terhadap situasi tak terduga karena melibatkan jutaan jemaah dari berbagai negara.
 

Karena itu, seluruh pihak diminta tetap waspada agar jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman dan pulang ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur.rajamedia

Komentar: