Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Ace Hasan: Swasembada Beras Harus Dijaga, Kedaulatan Pangan Pilar Ketahanan Nasional

Laporan: Halim Dzul
Kamis, 02 Juli 2026 | 18:03 WIB
Seminar Nasional Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 69 Lemhannas RI Tahun 2026  - RMN -
Seminar Nasional Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 69 Lemhannas RI Tahun 2026 - RMN -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta – Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras menjadi sorotan utama dalam pembukaan Seminar Nasional Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 69 Lemhannas RI Tahun 2026 di Gedung Pancagatra Lemhannas RI, Kamis (2/7/2026).
 

Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB Ace Hasan Syadzily menegaskan, capaian tersebut bukan sekadar prestasi sektor pertanian, tetapi menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang penuh ketidakpastian.
 

Seminar mengusung tema "Membangun Kedaulatan Pangan Nasional Melalui Tata Kelola, Inovasi Teknologi Pertanian, dan Human Capital dalam Rangka Menghadapi Dinamika Geopolitik Global."
 

Apresiasi Capaian Swasembada Beras
 

Dalam sambutannya, Ace Hasan menyampaikan apresiasi kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto atas keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras sepanjang 2025.

Produksi beras nasional tercatat mencapai 34,71 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menghasilkan surplus sekitar 3,52 juta ton, sekaligus mengakhiri impor beras untuk konsumsi umum.
 

Tak hanya itu, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) juga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan mencapai 4,2 juta ton, sebelum berada di kisaran 3,2 juta ton pada awal 2026.
 

"Kita patut bersyukur dan memberikan apresiasi kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto atas capaian swasembada beras yang berhasil diraih. Ini menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan nasional," ujar Ace.
 

Ketahanan Pangan Jadi Isu Strategis
 

Ace menegaskan, pangan kini menjadi isu strategis yang menentukan kekuatan suatu bangsa.
 

Di tengah ketidakpastian global, konflik geopolitik, hingga ancaman perubahan iklim, kemampuan negara memenuhi kebutuhan pangan sendiri menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nasional.

Menurutnya, Presiden Prabowo secara konsisten memberikan perhatian besar terhadap penguatan sektor pangan sebagai bagian dari agenda strategis nasional.
 

"Kedaulatan dan ketahanan pangan merupakan elemen paling fundamental bagi bangsa. Karena itu, capaian swasembada harus terus dijaga dan ditingkatkan," katanya.
 

Tiga Pilar Menuju Swasembada Berkelanjutan
 

Melalui seminar tersebut, Lemhannas RI mengajak para peserta P4N Angkatan 69 membahas tiga aspek utama untuk memastikan keberlanjutan swasembada pangan.
 

Ketiga aspek tersebut meliputi:
 

1. Penguatan tata kelola pertanian agar semakin efektif dan adaptif. 

2. Inovasi teknologi pertanian guna meningkatkan produktivitas di tengah keterbatasan lahan dan perubahan iklim. 

3. Pengembangan sumber daya manusia pertanian untuk menjaga keberlanjutan sektor pangan nasional. 
 

Ace menilai ketiga aspek tersebut harus berjalan beriringan agar Indonesia mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kapasitas produksi pangan nasional.
 

Waspadai Ancaman El Nino
 

Selain membahas strategi penguatan sektor pangan, seminar juga menyoroti ancaman perubahan iklim, khususnya potensi menguatnya fenomena El Nino.
 

Perubahan iklim diperkirakan dapat memicu musim kemarau yang lebih panjang dan berisiko mengganggu produksi pertanian nasional.

Karena itu, Ace berharap forum tersebut menghasilkan berbagai rekomendasi yang aplikatif guna memperkuat ketahanan pangan Indonesia menghadapi tantangan masa depan.
 

"Saya berharap peserta P4N mampu menggali gagasan-gagasan kreatif dan menghasilkan solusi konkret dalam membangun kedaulatan pangan nasional," ujarnya.
 

Hadirkan Menteri hingga Petani Milenial
 

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha hingga petani.

Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebagai pembicara kunci, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, hingga Petani Milenial Ella Rizki Farihatul.
 

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut diharapkan mampu memperkaya perspektif dalam merumuskan strategi besar menuju kedaulatan pangan Indonesia yang berkelanjutan di tengah tantangan global yang semakin kompleks. 
 

RAJA MEDIA I Lemhannas RIrajamedia

Komentar: