Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

DPR Acungi Jempol Embarkasi Hotel YIA! Jemaah Nyaman, Ekonomi DIY Ikut Melesat

Laporan: Firman
Rabu, 08 Juli 2026 | 17:51 WIB
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko saat pimpin kunjungan ke  Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) - Humas DPR -
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko saat pimpin kunjungan ke Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Yogyakarta — Komisi VIII DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA). Inovasi embarkasi berbasis hotel dinilai menjadi terobosan baru yang bukan hanya meningkatkan kenyamanan jemaah, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian daerah.
 

Model pelayanan tersebut bahkan disebut sebagai yang pertama diterapkan dalam penyelenggaraan haji Indonesia.
 

Evaluasi DPR: Pelayanan Berjalan Baik
 

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, mengatakan kunjungan kerja spesifik ke Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Daerah Istimewa Yogyakarta dilakukan untuk mengevaluasi operasional musim haji 2026, khususnya embarkasi baru di Bandara YIA.
 

Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan seluruh tahapan pelayanan berjalan lancar dan mendapat respons positif dari para jemaah.
 

"Alhamdulillah, berdasarkan laporan yang kami terima, pelaksanaan embarkasi YIA berjalan dengan baik," ujar Singgih di Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
 

Hotel Jadi Bagian Layanan Haji
 

Yang paling menarik perhatian Komisi VIII adalah konsep embarkasi berbasis hotel.
 

Dalam skema ini, jemaah menginap di hotel yang berada di sekitar Bandara YIA sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci. Lokasi yang dekat dengan bandara membuat proses keberangkatan lebih efektif sekaligus memberikan kenyamanan lebih bagi para calon haji.
 

Menurut Singgih, konsep tersebut lahir dari kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Kementerian Haji untuk mengoptimalkan pemanfaatan Bandara YIA yang memiliki fasilitas memadai bagi penerbangan internasional berbadan lebar.
 

"Konsep ini mampu menunjang pelayanan jemaah. Hotelnya sesuai anggaran, lokasinya dekat dengan bandara, dan sekaligus mengoptimalkan keberadaan YIA," katanya.
 

Ekonomi Daerah Ikut Bergerak
 

Tak hanya berdampak pada kualitas pelayanan, model embarkasi hotel juga membawa manfaat ekonomi bagi Daerah Istimewa Yogyakarta.
 

Selama musim haji, tingkat hunian hotel di sekitar bandara meningkat signifikan sehingga memberikan efek berganda terhadap sektor pariwisata, transportasi, hingga usaha mikro di kawasan tersebut.
 

Komisi VIII menilai konsep ini layak menjadi contoh pengembangan layanan haji yang mampu menghadirkan manfaat luas, baik bagi jemaah maupun masyarakat sekitar.
 

Target Naik Jadi 12 Ribu Jemaah
 

Melihat keberhasilan penyelenggaraan tahun ini, Komisi VIII berharap kapasitas Embarkasi YIA dapat terus ditingkatkan.
 

Targetnya, pada musim haji mendatang sekitar 12 ribu jemaah dapat diberangkatkan melalui Bandara YIA.
 

"Insyaallah tahun depan kapasitasnya kita tingkatkan lagi. Harapannya sekitar 12 ribu jemaah bisa berangkat melalui YIA," ujar Singgih.
 

Tetap Disesuaikan Kondisi Daerah
 

Meski mendapat apresiasi, Komisi VIII menegaskan konsep embarkasi berbasis hotel tidak serta-merta diterapkan di seluruh Indonesia.
 

Penerapannya akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur, kapasitas bandara, ketersediaan hotel, serta jumlah jemaah di masing-masing embarkasi.
 

Evaluasi penyelenggaraan haji, lanjut Singgih, akan terus dilakukan DPR sebagai bagian dari fungsi pengawasan agar kualitas pelayanan ibadah haji Indonesia semakin profesional, nyaman, dan berorientasi pada kepuasan jemaah.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: