Cicaheum Ditutup! Leuwipanjang Siap Naik Kelas, DPR Beri Catatan
RAJAMEDIA.CO — Bandung, Legislator — Komisi V DPR RI menilai kondisi fisik Terminal Leuwipanjang di Kota Bandung secara umum sudah memadai. Namun, sejumlah aspek dinilai masih perlu dibenahi agar terminal tipe A tersebut mampu menjadi simpul transportasi modern yang aman, nyaman, dan terintegrasi.
Penilaian tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda usai melakukan kunjungan kerja spesifik ke Terminal Leuwipanjang, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, bangunan terminal, sirkulasi penumpang, serta akses keluar-masuk bus sudah berjalan cukup baik. Meski demikian, tantangan ke depan dipastikan akan semakin besar seiring rencana pemusatan layanan angkutan di Terminal Leuwipanjang.

Tampung Dampak Penutupan Terminal Cicaheum
Syaiful Huda mengingatkan pengelola terminal harus mulai mengantisipasi meningkatnya aktivitas setelah pelayanan Terminal Cicaheum nantinya dipusatkan ke Leuwipanjang.
Dengan luas kawasan sekitar empat hektare, pengaturan arus kendaraan dan pergerakan penumpang harus disiapkan lebih matang agar tidak menimbulkan kemacetan maupun penumpukan bus.
"Kita lihat secara fisik sudah baik, alur penumpang relatif tersirkulasi dengan baik, begitu juga akses bus. Namun yang perlu diantisipasi adalah ketika Terminal Cicaheum nantinya ditutup dan pelayanan wilayah timur dipusatkan di Leuwipanjang. Artinya, sirkulasi bus ke depan harus semakin ditingkatkan," ujar Huda.
UMKM Jangan Sekadar Pajangan
Selain pelayanan transportasi, Komisi V juga menyoroti masih banyaknya ruang usaha yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Huda meminta pengelola terminal menata ulang lokasi UMKM agar lebih dekat dengan jalur pergerakan penumpang sehingga aktivitas ekonomi di dalam terminal ikut tumbuh.
"UMKM harus dioptimalkan. Ruang yang masih kosong perlu dimanfaatkan dan posisinya didekatkan dengan jalur penumpang menuju bus agar aktivitas ekonomi di terminal semakin hidup," katanya.
Ram Check Harus Lebih Modern
Komisi V DPR RI juga meminta peningkatan kualitas ram check atau pemeriksaan kelaikan kendaraan.
Menurut Huda, pemeriksaan bus tidak cukup hanya dilakukan secara visual, tetapi harus didukung peralatan teknis yang mampu memastikan kondisi kendaraan benar-benar layak beroperasi.
Pemeriksaan tekanan angin ban, sistem pengereman, hingga komponen keselamatan lainnya harus dilakukan secara detail demi menjamin keselamatan penumpang.
"Kami ingin ram check ke depan lebih teknis dan lebih detail. Seluruh aspek kelaikan bus harus diperiksa menggunakan peralatan yang sesuai sehingga keselamatan penumpang semakin terjamin," tegasnya.
Integrasi Transportasi Masih Jadi PR
Hal lain yang menjadi perhatian Komisi V adalah belum optimalnya integrasi antarmoda di Terminal Leuwipanjang.
Huda menilai terminal tersebut belum sepenuhnya menjadi pusat konektivitas antara angkutan antarkota dan transportasi dalam kota.
Karena itu, pemerintah didorong segera mempercepat pembangunan sistem integrasi transportasi agar masyarakat semakin mudah berpindah moda tanpa hambatan.
"Transformasi integrasi antarmoda harus dilakukan secara serius. Saat ini Leuwipanjang belum menjadi pusat integrasi transportasi, baik untuk perjalanan dalam kota maupun luar kota. Ini menjadi pekerjaan penting ke depan agar masyarakat semakin mudah beralih ke transportasi umum," pungkasnya.
RAJA MEDIA I Parlemen 2026![]()
Nasional 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Opini | 5 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 4 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu