Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Defisit APBN Melebar! Banggar DPR: Masih Aman, Tak Perlu Panik

Laporan: Halim Dzul
Selasa, 07 Juli 2026 | 20:10 WIB
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah - Humas DPR -
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta, Legisalator — Pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 menjadi 2,85 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tak membuat DPR khawatir. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menegaskan kondisi fiskal Indonesia masih berada dalam koridor yang aman dan tetap terkendali.
 

Pernyataan itu disampaikan usai Rapat Kerja Banggar DPR RI bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
 

Menurut Said, pelebaran defisit tersebut masih jauh di bawah batas maksimal 3 persen PDB yang menjadi rambu disiplin fiskal nasional.
 

Lebih Baik dari Proyeksi Tahun Lalu
 

Said mengingatkan bahwa tren pengelolaan fiskal pemerintah justru menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
 

Ia mencontohkan, pada 2025 pemerintah sempat memproyeksikan defisit mencapai 2,91 persen, namun setelah diaudit realisasinya turun menjadi 2,81 persen.
 

Karena itu, proyeksi defisit 2,85 persen pada 2026 dinilai masih dalam batas yang sangat aman.
 

"Sehingga 2,85 persen itu dalam batas sangat aman," ujar Said.


Tetap Waspadai Respons Pasar
 

Meski demikian, Banggar DPR mengingatkan pemerintah agar tidak lengah.
 

Said menilai kenaikan defisit, meski hanya sekitar 0,17 persen di atas target APBN, tetap menjadi sinyal yang akan dicermati pelaku pasar dan investor.
 

Menurutnya, di tengah sorotan terhadap belanja fiskal pemerintah, disiplin anggaran harus tetap dijaga agar kepercayaan pasar tidak terganggu.
 

"Membesarnya defisit tentu mengirimkan sinyal ke market, sehingga pengelolaannya harus tetap hati-hati," katanya.

Pendapatan Negara Masih Tumbuh Positif
 

Berdasarkan paparan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, realisasi APBN hingga Semester I 2026 masih menunjukkan kinerja yang positif.
 

Pendapatan negara tercatat mencapai Rp1.459,4 triliun, tumbuh 21,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
 

Sementara itu, belanja negara meningkat 17,8 persen menjadi Rp1.656 triliun.
 

Defisit hingga pertengahan tahun baru mencapai Rp196,5 triliun atau sekitar 0,76 persen terhadap PDB.
 

Outlook APBN 2026
 

Pemerintah memproyeksikan hingga akhir tahun:
 

1. Pendapatan Negara: Rp3.208,1 triliun (101,7% dari target) 

2. Belanja Negara: Rp3.942,4 triliun (102,6% dari pagu) 

3. Defisit: Rp734,3 triliun atau 2,85 persen PDB 
 

Kenaikan defisit tersebut diperkirakan terjadi akibat meningkatnya realisasi belanja pemerintah pada semester kedua tahun anggaran.
 

Banggar Kawal Disiplin Fiskal
 

Said memastikan Banggar DPR RI akan terus mengawal pelaksanaan APBN agar pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal.
 

Menurutnya, ruang fiskal harus dikelola secara hati-hati agar pelebaran defisit tidak melampaui batas yang telah disepakati dalam Undang-Undang APBN.
 

"DPR akan terus mengawasi agar pengelolaan APBN tetap sehat, kredibel, dan mampu menjaga kepercayaan pasar sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," tegas Said.
 

RAJA MEDIA | Parlemen - Ekonomirajamedia

Komentar: