Stok Beras Melimpah, Harga Tetap Melonjak! DPR Sentil Bulog: Ada yang Tak Beres
RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator – Ironi pangan terjadi. Stok beras nasional disebut mencapai rekor tertinggi, tapi harga di pasar justru masih tinggi. Komisi IV DPR RI pun angkat suara dan melayangkan peringatan keras ke Perum Bulog.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, menyebut stok beras nasional kini tembus sekitar 5,19 juta ton—melonjak dari sebelumnya 4,7 juta ton.
Stok Tertinggi, Harga Tak Terkendali
Alih-alih membuat harga turun, fakta di lapangan justru sebaliknya. Harga beras masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Stok sangat mencukupi, bahkan tertinggi sepanjang sejarah. Tapi harga di pasar masih di atas HET,” tegas Panggah.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar soal distribusi dan mekanisme pengendalian harga.
Distribusi Jadi Kunci, Bukan Sekadar Stok
DPR menilai persoalan utama bukan lagi pada ketersediaan, melainkan distribusi dan manajemen harga.
Panggah meminta pemerintah segera melakukan perhitungan yang presisi agar stok melimpah benar-benar dirasakan masyarakat dalam bentuk harga yang terjangkau.
Gudang Ada, Lahan Belum Beres
Tak hanya soal harga, DPR juga menyoroti infrastruktur penyimpanan pangan. Anggaran Rp5 triliun untuk gudang dinilai belum menyentuh akar masalah.
Menurut Panggah, pembangunan fisik gudang tanpa pengadaan lahan yang strategis justru bisa memicu biaya logistik tinggi.
“Kami dorong pengamanan pengadaan tanah agar tidak jadi ajang spekulasi,” ujarnya.
Revisi UU Pangan Didorong
Komisi IV juga mendesak percepatan revisi regulasi pangan nasional. Setidaknya ada 33 poin perubahan yang disiapkan.
Fokus utamanya adalah memperkuat peran Bulog sebagai stabilisator harga dan stok, sekaligus mendorong keterlibatan pemerintah daerah serta diversifikasi pangan.
Bulog Klaim Stok Aman
Di sisi lain, Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan stok beras dalam kondisi kuat.
Data per 23 April 2026 mencatat cadangan mencapai lebih dari 5 juta ton.
“Ini fondasi kuat untuk memastikan masyarakat mendapat akses pangan yang cukup dan terjangkau,” ujarnya.
Publik Menunggu Jawaban
Dengan stok melimpah tapi harga tetap tinggi, publik kini menunggu langkah nyata pemerintah.
Masalahnya bukan lagi soal ada atau tidaknya beras—tapi apakah negara mampu memastikan beras itu sampai ke rakyat dengan harga yang masuk akal.![]()
Politik 3 hari yang lalu
Hukum | 2 hari yang lalu
Opini | 5 hari yang lalu
Opini | 4 hari yang lalu
Olahraga | 4 hari yang lalu
Nasional | 14 jam yang lalu
Hukum | 1 hari yang lalu
Ekbis | 3 hari yang lalu
Info Haji | 4 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu