Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

BRI SUPER LEAGUE 2026

Persija Tersandung di Bali! Asa Juara Kian Menipis

Laporan: Halim Dzul
Rabu, 22 April 2026 | 17:38 WIB
Persija tertahan di kandang PSIM Yogyakarta di di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Rabu (22/4/2026) - Foto: X Persija -
Persija tertahan di kandang PSIM Yogyakarta di di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Rabu (22/4/2026) - Foto: X Persija -

RAJAMEDIA.CO — Gianyar, BRI Super League — Mimpi juara Persija Jakarta makin terjal. Hasil imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta di pekan ke-29 membuat langkah Macan Kemayoran kian berat mengejar tahta BRI Super League 2025/2026.
 

Dengan hanya lima laga tersisa, selisih poin dari puncak klasemen jadi beban yang tidak ringan.
 

Tertahan di Bali, Peluang Emas Terbuang
 

Laga yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Rabu (22/4/2026), berakhir tanpa pemenang.
 

Persija sebenarnya punya peluang emas lewat penalti Maxwell Souza. Namun, kesempatan itu gagal dikonversi menjadi gol—momen krusial yang kini terasa mahal.
 

Skor 1-1 pun tak terhindarkan. Satu poin dibawa pulang, tapi rasanya seperti kehilangan dua.
 

Klasemen: Jarak Makin Menganga
 

Hingga 22 April 2026, posisi papan atas semakin ketat—dan kurang bersahabat bagi Persija:
 

1. Persib Bandung — 65 poin (28 laga) 

2. Borneo FC — 63 poin (28 laga) 

3. Persija Jakarta — 59 poin (29 laga) 
 

Masalahnya bukan cuma selisih poin. Rival di atas masih punya satu laga simpanan.
 

Skenario Juara: Nyaris Mustahil?
 

Secara matematis, peluang masih ada. Tapi realitas di lapangan berkata lain.
 

Jika Persib menang di laga berikutnya, jarak bisa melebar jadi 9 poin. Dengan maksimal 15 poin tersisa, Persija harus:
 

1. Menang di semua sisa laga 

2. Berharap pesaing terpeleset beruntun 
 

Situasi yang lebih mirip keajaiban daripada strategi.
 

Laga Hidup-Mati di Depan Mata
 

Pertandingan berikutnya melawan Persis Surakarta pada 27 April akan jadi ujian sesungguhnya.
 

Tak ada lagi ruang untuk seri—apalagi kalah.
 

Macan Kemayoran: Kami Belum Menyerah
 

Meski peluang menipis, semangat belum padam. Internal tim menegaskan komitmen untuk bertarung hingga pekan terakhir.
 

Satu penalti gagal bisa mengubah arah musim. Kini Persija bukan hanya melawan lawan di lapangan—tapi juga melawan waktu dan nasib di papan klasemen.rajamedia

Komentar: