Indonesia Dibidik Jadi Pusat Peradaban Islam Dunia, Bukan Sekadar Penonton!
RAJAMEDIA.CO - Jakarta – Di tengah gejolak global, Indonesia justru didorong tampil sebagai pemain utama. Menteri Agama Nasaruddin Umar menggaungkan visi besar: menjadikan Indonesia sebagai episentrum peradaban Islam dunia.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri pengukuhan Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN) di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Situasi Global Bergejolak, Indonesia Punya Peluang
Menurut Menag, kondisi dunia yang penuh ketidakpastian justru membuka ruang bagi Indonesia untuk tampil sebagai pusat peradaban Islam yang moderat dan berpengaruh.
“Situasi global saat ini sangat tepat untuk mempersiapkan Indonesia menjadi episentrum peradaban dunia Islam,” tegasnya.
Ia menilai stabilitas nasional menjadi modal langka yang tidak dimiliki banyak negara lain.
Damai Melahirkan Pemikir Besar
Menag menekankan, peradaban besar lahir bukan hanya dari konflik, tapi juga dari suasana kondusif yang melahirkan gagasan.
“Dalam perang lahir jenderal, tapi dalam damai lahir profesor,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa Indonesia punya peluang melahirkan pemikir-pemikir besar yang akan mewarnai dunia Islam ke depan.
IKA PTKIN Siapkan Mesin Konsolidasi Nasional
Ketua Umum IKA PTKIN, Idrus Marham, mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut tidak hanya seremonial. Sejumlah keputusan strategis telah dihasilkan.
Salah satunya adalah pembentukan Forum Komunikasi Nasional IKA PTKIN se-Indonesia sebagai wadah konsolidasi alumni.
“Forum ini sudah terbentuk dan siap menjalankan berbagai program strategis,” jelasnya.
Menuju Festival Dunia Baru Islam
Tak berhenti di situ, IKA PTKIN juga menyiapkan agenda besar yang akan digelar pada Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Agenda tersebut bertajuk “Festival Dunia Baru Islam”, yang akan mengupas peran Islam Indonesia dalam menjawab tantangan zaman.
“Ini bagian dari kontribusi nyata umat Islam Indonesia dalam transformasi peradaban dunia,” kata Idrus.
Dari Wacana ke Aksi Nyata
Pesan yang mengemuka jelas: Indonesia tidak boleh hanya jadi penonton dalam percaturan global. Dengan stabilitas, jaringan alumni, dan kekuatan intelektual, peluang menjadi pusat peradaban Islam bukan sekadar mimpi.
Kini tantangannya satu: siapa yang siap mengeksekusi visi besar ini?![]()
Politik 2 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Opini | 5 hari yang lalu
Hukum | 1 hari yang lalu
Opini | 3 hari yang lalu
Olahraga | 4 hari yang lalu
Info Haji | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 5 hari yang lalu
Ekbis | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu