Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Indonesia Dibidik Jadi Pusat Peradaban Islam Dunia, Bukan Sekadar Penonton!

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 25 April 2026 | 07:57 WIB
Menag Nasaruddin Umar - Foto: Dok SinPo -
Menag Nasaruddin Umar - Foto: Dok SinPo -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta – Di tengah gejolak global, Indonesia justru didorong tampil sebagai pemain utama. Menteri Agama Nasaruddin Umar menggaungkan visi besar: menjadikan Indonesia sebagai episentrum peradaban Islam dunia.
 

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri pengukuhan Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN) di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
 

Situasi Global Bergejolak, Indonesia Punya Peluang
 

Menurut Menag, kondisi dunia yang penuh ketidakpastian justru membuka ruang bagi Indonesia untuk tampil sebagai pusat peradaban Islam yang moderat dan berpengaruh.
 

“Situasi global saat ini sangat tepat untuk mempersiapkan Indonesia menjadi episentrum peradaban dunia Islam,” tegasnya.
 

Ia menilai stabilitas nasional menjadi modal langka yang tidak dimiliki banyak negara lain.
 

Damai Melahirkan Pemikir Besar
 

Menag menekankan, peradaban besar lahir bukan hanya dari konflik, tapi juga dari suasana kondusif yang melahirkan gagasan.
 

“Dalam perang lahir jenderal, tapi dalam damai lahir profesor,” ujarnya.
 

Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa Indonesia punya peluang melahirkan pemikir-pemikir besar yang akan mewarnai dunia Islam ke depan.
 

IKA PTKIN Siapkan Mesin Konsolidasi Nasional
 

Ketua Umum IKA PTKIN, Idrus Marham, mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut tidak hanya seremonial. Sejumlah keputusan strategis telah dihasilkan.
 

Salah satunya adalah pembentukan Forum Komunikasi Nasional IKA PTKIN se-Indonesia sebagai wadah konsolidasi alumni.
 

“Forum ini sudah terbentuk dan siap menjalankan berbagai program strategis,” jelasnya.
 

Menuju Festival Dunia Baru Islam
 

Tak berhenti di situ, IKA PTKIN juga menyiapkan agenda besar yang akan digelar pada Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
 

Agenda tersebut bertajuk “Festival Dunia Baru Islam”, yang akan mengupas peran Islam Indonesia dalam menjawab tantangan zaman.
 

“Ini bagian dari kontribusi nyata umat Islam Indonesia dalam transformasi peradaban dunia,” kata Idrus.
 

Dari Wacana ke Aksi Nyata
 

Pesan yang mengemuka jelas: Indonesia tidak boleh hanya jadi penonton dalam percaturan global. Dengan stabilitas, jaringan alumni, dan kekuatan intelektual, peluang menjadi pusat peradaban Islam bukan sekadar mimpi.
 

Kini tantangannya satu: siapa yang siap mengeksekusi visi besar ini?rajamedia

Komentar: