Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

DPR Warning ‘El Nino Godzilla’! Jangan Tunggu Bencana Datang Baru Panik

Laporan: Halim Dzul
Sabtu, 25 April 2026 | 12:50 WIB
Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin - Humas DPR -
Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Medan, Legislator – Ancaman kemarau ekstrem yang dijuluki “El Nino Godzilla” mulai jadi perhatian serius. Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, mengingatkan pemerintah pusat dan daerah agar tidak gagap menghadapi potensi bencana yang diprediksi datang dalam waktu dekat.
 

Peringatan keras itu disampaikan saat Kunjungan Kerja Reses di Kantor Gubernur Sumatera Utara, di Medan, Kamis (23/4/2026).
 

Jangan Ulang Kesalahan Lama
 

Azis menegaskan, pengalaman bencana sebelumnya—termasuk banjir rutin di Sumatera Utara—harus jadi pelajaran mahal. Kerugian yang ditimbulkan bahkan bisa mencapai ratusan miliar rupiah.
 

“Jangan sampai kita mengulang kesalahan yang sama. Ketika BMKG sudah memberi peringatan, kita harus siap,” tegasnya.
 

Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih murah dibandingkan biaya penanganan saat bencana sudah terjadi.
 

Dari Reaktif ke Preventif
 

Azis juga menyoroti pola penanganan bencana nasional yang masih cenderung reaktif. Ia meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengubah pendekatan.
 

Dengan hampir 4.000 kejadian bencana setiap tahun, menurutnya, Indonesia tidak bisa lagi hanya fokus pada penanganan pascabencana.
 

“Kita butuh pemetaan daerah rawan secara presisi dan penguatan mitigasi sejak dini,” ujarnya.
 

Izin Lahan Disorot, Pemicu Bencana Harus Dikunci
 

Tak hanya soal cuaca, Azis juga menyinggung faktor manusia. Ia meminta pengawasan terhadap izin lahan dan hutan diperketat.
 

Menurutnya, longsor dan banjir bandang kerap dipicu oleh tata kelola lingkungan yang buruk dan berujung pada dampak sistemik bagi pembangunan nasional.
 

Anak-anak Paling Rentan, Kurikulum Bencana Mendesak
 

Sorotan tajam juga diarahkan pada keselamatan anak-anak. Azis menyebut, mayoritas korban jiwa dalam bencana justru berasal dari kelompok usia ini.
 

“Mereka sering tidak tahu harus berbuat apa saat bencana. Ini masalah serius,” katanya.
 

Ia mendorong pemerintah segera memasukkan pendidikan kebencanaan ke dalam kurikulum sekolah, mencontoh praktik di Jepang.
 

Bangun Generasi Tangguh Bencana
 

Menurut Azis, edukasi sejak dini akan membentuk naluri bertahan hidup bagi anak-anak, terutama yang tinggal di wilayah rawan seperti kawasan cincin api.
 

Dengan pemahaman jalur evakuasi dan prosedur darurat, generasi muda Indonesia diharapkan lebih siap menghadapi berbagai ancaman alam.
 

“Ini bukan hanya soal hari ini, tapi masa depan. Kita harus menciptakan generasi yang sadar dan tangguh terhadap bencana,” pungkasnya.
 

Pesan DPR jelas: peringatan sudah ada, ancaman di depan mata. Tinggal pilihan—siap sejak sekarang, atau kembali panik saat bencana datang.rajamedia

Komentar: