Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Imigrasi Garda Terdepan, Agun: Jangan Lengah, Wajah Negara Dipertaruhkan!

Laporan: Firman
Jumat, 24 April 2026 | 09:39 WIB
Anggota Komisi XIII DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa - Humas DPR -
Anggota Komisi XIII DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Ternate, Legislator — DPR RI mengingatkan keras: imigrasi bukan sekadar layanan administrasi, melainkan benteng pertama kedaulatan negara. Profesionalisme petugas jadi taruhan—sekali lengah, citra Indonesia bisa runtuh di pintu masuknya sendiri.
 

Imigrasi Bukan Sekadar Cap Paspor
 

Anggota Komisi XIII DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, menegaskan bahwa setiap petugas imigrasi memikul tanggung jawab strategis sebagai penjaga kedaulatan.
 

“Anda itu menjaga kedaulatan. Harus sadar betul sensitivitas tugas ini,” tegas Agun dalam kunjungan kerja di Kantor Imigrasi Ternate, Kamis (23/4/2026).
 

Menurutnya, lalu lintas orang asing bukan hanya soal prosedur, tetapi menyangkut keamanan dan martabat negara.
 

Pelayanan Buruk = Citra Negara Jatuh
 

Agun mengingatkan, pengalaman pertama orang asing di Indonesia dimulai dari imigrasi. Jika pelayanan buruk, dampaknya langsung ke reputasi bangsa.
 

“Kalau masuk saja sudah tidak ramah, tidak profesional, tidak berintegritas, ya kedaulatan kita runtuh,” ujarnya tajam.
 

Dorong E-Paspor, Tinggalkan Sistem Lama
 

Dalam era digital, Agun menilai Indonesia tidak boleh tertinggal. Ia mendesak percepatan penggunaan paspor elektronik (e-paspor).
 

“Jangan lagi bertahan dengan paspor konvensional. Di luar negeri sudah serba digital, bahkan tanpa petugas,” katanya.
 

Modernisasi, lanjutnya, bukan pilihan—melainkan kebutuhan mendesak.
 

Inovasi Digital: Barcode hingga Promosi Wisata
 

Tak hanya soal keamanan, Agun juga mendorong inovasi pelayanan berbasis teknologi. Salah satunya, penyediaan barcode informasi bagi wisatawan.
 

“Scan saja, langsung tahu potensi daerah seperti Ternate, Tidore, sampai Tobelo. Ini pelayanan sekaligus promosi,” jelasnya.
 

Waspada TKA: Pengawasan Harus Diperketat
 

Sorotan lain datang dari tingginya jumlah tenaga kerja asing (TKA) di wilayah tersebut. DPR meminta pengawasan diperkuat, bukan hanya fokus pada layanan administratif.
 

“Lima ribu TKA itu bukan angka kecil. Harus ada pengawasan serius, jangan sampai terjadi pelanggaran seperti TPPU atau TPPO,” tegasnya.
 

Usulan Kantor Imigrasi Baru
 

Sebagai langkah konkret, Agun mengusulkan pembentukan kantor imigrasi di Halmahera Selatan guna memperluas jangkauan pelayanan dan pengawasan.
 

Apresiasi dan Pesan untuk Generasi Muda
 

Di akhir kunjungan, Agun mengapresiasi kinerja jajaran imigrasi Ternate, sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme, terutama bagi petugas muda.
 

“Semangat kerja harus terus dijaga. Ini tugas negara, bukan sekadar pekerjaan,” pungkasnya.
 

Imigrasi adalah etalase pertama Indonesia. Profesional atau tidaknya petugas di garis depan akan menentukan—apakah negara ini dihormati, atau justru diremehkan.rajamedia

Komentar: