Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Calon Pemimpin Digembleng Antikorupsi! Lemhannas Bawa Peserta P4N 69 ke KPK

Laporan: Halim Dzul
Kamis, 23 April 2026 | 15:10 WIB
Gubernur Lemhannas Tb Ace Hasan Syadzily memberikan keterangan pers terkait studi peserta P4N 69 ke KPK - Foto: Istimewa/RMN -
Gubernur Lemhannas Tb Ace Hasan Syadzily memberikan keterangan pers terkait studi peserta P4N 69 ke KPK - Foto: Istimewa/RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Calon pemimpin nasional tak cukup cerdas—mereka harus bersih. Itulah pesan kuat yang dibawa Ace Hasan Syadzily saat mengantar peserta pendidikan Lemhannas ke jantung pemberantasan korupsi: Gedung Merah Putih KPK.
 

Kamis pagi (23/4/2026), Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia itu langsung memimpin visitasi peserta Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 69 ke Komisi Pemberantasan Korupsi di kawasan Kuningan, Jakarta.
 

Dari Kelas ke Lapangan: Belajar Langsung di KPK
 

Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Para peserta diajak melihat langsung bagaimana KPK bekerja—mulai dari mekanisme penindakan hingga strategi pencegahan korupsi.
 

Mereka juga dibekali pemahaman mendalam tentang berbagai modus korupsi yang selama ini terjadi di Indonesia.
 

Bangun Karakter, Perkuat Integritas
 

Ace Hasan menegaskan, visitasi ini bagian dari upaya serius membentuk karakter calon pemimpin nasional.
 

“Ini ikhtiar membangun integritas dan menanamkan nilai antikorupsi sejak dini,” pesannya.
 

Bagi Lemhannas, kepemimpinan bukan hanya soal kapasitas, tapi juga moralitas.
 

Kolaborasi Lemhannas–KPK
 

Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Lemhannas RI dan KPK RI.
 

Melalui workshop dan paparan langsung, peserta tidak hanya memahami teori, tapi juga realitas praktik korupsi—dan cara melawannya.
 

Target Besar: Pemimpin Bersih, Negara Kuat
 

Lemhannas menargetkan lulusan P4N tak hanya siap memimpin, tapi juga tahan godaan korupsi.
 

Karena di tengah tantangan bangsa, integritas adalah fondasi utama.
 

Pemberantasan korupsi tak bisa dimulai saat seseorang sudah berkuasa. Ia harus ditanam sejak proses pembentukan pemimpin. Dari ruang kelas—hingga lorong Gedung Merah Putih.rajamedia

Komentar: