Rumah Korban Longsor Tapanuli Dikebut! Pemerintah Targetkan Rampung Juni 2026
RAJAMEDIA.CO – Tapanuli Utara - Pemerintah pusat tancap gas. Hunian tetap bagi korban longsor di Tapanuli Utara dipastikan dikebut—tanpa kompromi soal kualitas.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turun langsung mengawal percepatan pembangunan.
Pesannya tegas: warga sudah terlalu lama menunggu.
Tak Sekadar Cepat, Harus Berkualitas
Maruarar menegaskan, pembangunan hunian tetap bukan sekadar mengejar target waktu. Kualitas bangunan tetap jadi prioritas utama.
“Kami ingin selesai tepat waktu dan berkualitas. Masyarakat sudah terlalu lama menunggu,” tegasnya.
Ia meminta pemerintah daerah dan kontraktor meningkatkan pengawasan di lapangan.
Kolaborasi dengan Tzu Chi
Program ini tidak dikerjakan sendiri. Pemerintah menggandeng Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk mempercepat penyediaan rumah layak huni.

Kolaborasi ini diharapkan mempercepat realisasi tanpa mengorbankan standar pembangunan.
Dua Tahap, Target Jelas
Pemerintah menetapkan skema pembangunan bertahap.
- Tahap I: 68 unit rumah selesai 5 Mei 2026
- Tahap II: 35 unit rumah rampung 30 Juni 2026
Setiap tahap langsung diikuti serah terima kunci kepada warga.
Mendagri Warning Pemda
Mendagri Tito Karnavian memberi peringatan keras kepada pemerintah daerah. Ia meminta Pemkab Tapanuli Utara serius mengawal proyek ini agar tidak tersendat.

Koordinasi dengan kontraktor harus solid—tak boleh ada alasan keterlambatan.
Target: Warga Kembali Hidup Layak
Percepatan ini bukan sekadar proyek fisik. Pemerintah ingin memastikan korban bencana bisa kembali hidup normal—tinggal di rumah yang aman, layak, dan nyaman.
Catatan redaksi: pembangunan hunian ini jadi ujian nyata kehadiran negara.
Bukan hanya membangun rumah—tapi memulihkan harapan warga yang lama tertimbun bencana.![]()
Hukum | 6 hari yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 20 jam yang lalu
Keamanan | 18 jam yang lalu
Nasional | 6 hari yang lalu
Keamanan | 6 hari yang lalu
Keamanan | 5 hari yang lalu
Keamanan | 19 jam yang lalu
Pendidikan | 5 hari yang lalu