Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Rumah Korban Longsor Tapanuli Dikebut! Pemerintah Targetkan Rampung Juni 2026

Laporan: Zaki
Minggu, 29 Maret 2026 | 00:06 WIB
Mendagri Tito Karnavian bersama Menteri PKP Maruarar Sirait turun ke Tapanuli Utara kawal pembangunan rumah korban longsor - Foto: Dok Kementerian PKP -
Mendagri Tito Karnavian bersama Menteri PKP Maruarar Sirait turun ke Tapanuli Utara kawal pembangunan rumah korban longsor - Foto: Dok Kementerian PKP -

RAJAMEDIA.CO – Tapanuli Utara -  Pemerintah pusat tancap gas. Hunian tetap bagi korban longsor di Tapanuli Utara dipastikan dikebut—tanpa kompromi soal kualitas.
 

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turun langsung mengawal percepatan pembangunan.
 

Pesannya tegas: warga sudah terlalu lama menunggu.
 

Tak Sekadar Cepat, Harus Berkualitas
 

Maruarar menegaskan, pembangunan hunian tetap bukan sekadar mengejar target waktu. Kualitas bangunan tetap jadi prioritas utama.
 

“Kami ingin selesai tepat waktu dan berkualitas. Masyarakat sudah terlalu lama menunggu,” tegasnya.
 

Ia meminta pemerintah daerah dan kontraktor meningkatkan pengawasan di lapangan.
 

Kolaborasi dengan Tzu Chi
 

Program ini tidak dikerjakan sendiri. Pemerintah menggandeng Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk mempercepat penyediaan rumah layak huni.

Kolaborasi ini diharapkan mempercepat realisasi tanpa mengorbankan standar pembangunan.
 

Dua Tahap, Target Jelas
 

Pemerintah menetapkan skema pembangunan bertahap.
 

- Tahap I: 68 unit rumah selesai 5 Mei 2026 

- Tahap II: 35 unit rumah rampung 30 Juni 2026 
 

Setiap tahap langsung diikuti serah terima kunci kepada warga.
 

Mendagri Warning Pemda
 

Mendagri Tito Karnavian memberi peringatan keras kepada pemerintah daerah. Ia meminta Pemkab Tapanuli Utara serius mengawal proyek ini agar tidak tersendat.

Koordinasi dengan kontraktor harus solid—tak boleh ada alasan keterlambatan.

Target: Warga Kembali Hidup Layak
 

Percepatan ini bukan sekadar proyek fisik. Pemerintah ingin memastikan korban bencana bisa kembali hidup normal—tinggal di rumah yang aman, layak, dan nyaman.
 

Catatan redaksi: pembangunan hunian ini jadi ujian nyata kehadiran negara.
 

Bukan hanya membangun rumah—tapi memulihkan harapan warga yang lama tertimbun bencana.rajamedia

Komentar: