Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Bedah Rumah Digeber! 33 Ribu RTLH di Jatim Dibidik, Wonokusumo Jadi Titik Awal

Laporan: Halim Dzul
Senin, 04 Mei 2026 | 18:51 WIB
Peluncuran Program BSPS di Jawa Timur. Peluncuran dipusatkan di Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya, Minggu (3/5/2026). - Foto: Dok Kemenneterian PKP -
Peluncuran Program BSPS di Jawa Timur. Peluncuran dipusatkan di Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya, Minggu (3/5/2026). - Foto: Dok Kemenneterian PKP -

RAJAMEDIA.CO - Surabaya – Kementerian Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) resmi meluncurkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Timur. Peluncuran dipusatkan di Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya, Minggu (3/5/2026).
 

Acara dihadiri Menteri PKP Maruarar Sirait, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, anggota DPR Bambang Haryo Sukartono, serta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Peluncuran ditandai pemukulan gong.
 

Kuota Naik Tajam
 

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan BSPS menjadi instrumen utama pemerintah dalam mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH), sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

“Tahun lalu kuota BSPS di Jawa Timur sebanyak 4.165 unit, tahun ini kita tingkatkan signifikan menjadi 33.000 unit,” kata Maruarar.
 

Peningkatan ini menyasar wilayah dengan kebutuhan tinggi, termasuk Kabupaten Bangkalan dan sejumlah daerah padat lainnya.
 

Wonokusumo Dapat Porsi Besar
 

Khusus Kelurahan Wonokusumo, alokasi BSPS tahun 2026 mencapai 230 unit rumah.
 

Sementara untuk Kota Surabaya, jumlah bantuan melonjak dari sebelumnya 185 unit menjadi 1.252 unit.
 

Program ini diharapkan langsung dirasakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang membutuhkan hunian layak.
 

Dorong Ekonomi Lokal
 

Selain memperbaiki rumah, program ini juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi daerah melalui penggunaan material lokal.
 

“Untuk 33.000 unit, kita gunakan genteng produksi pengusaha Jawa Timur. Bahkan ada usulan bata dari UMKM, jadi ekonomi lokal ikut bergerak,” jelasnya.
 

Inovasi ‘Tender Rakyat’
 

Dalam peluncuran tersebut, pemerintah juga memperkenalkan simulasi Pemilihan Toko Terbuka (PTT) di Wonokusumo.
 

Skema ini memungkinkan Kelompok Penerima Bantuan (KPB) memilih langsung toko penyedia bahan bangunan dengan harga dan kualitas terbaik.
 

PTT disebut sebagai bentuk transparansi sekaligus efisiensi dalam program BSPS.
 

Khofifah Apresiasi
 

Gubernur Khofifah menyambut positif peluncuran program ini. Menurutnya, kebutuhan perbaikan RTLH di Jawa Timur masih tinggi.
 

“Kami berterima kasih kepada Kementerian PKP. Program ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
 

Libatkan Warga
 

Program BSPS dijalankan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Penerima bantuan terlibat langsung dalam proses pembangunan rumahnya.
 

Pemerintah berharap, percepatan penanganan RTLH di Jawa Timur dapat berjalan optimal sekaligus memberi dampak ekonomi yang luas.
 

Kementerian PKP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan hunian layak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.rajamedia

Komentar: