Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Timwas DPR Awasi Ketat Haji 2026, Dari Keberangkatan Sampai Puncak Haji

Laporan: Halim Dzul
Rabu, 13 Mei 2026 | 21:02 WIB
Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang - Foto: Dok Humas DPR -
Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang - Foto: Dok Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta,Legislator - Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Tahun 2026 akan melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari keberangkatan jemaah di Tanah Air hingga pelaksanaan puncak haji di Armuzna.
 

Penegasan itu disampaikan Marwan dalam rapat Timwas Haji DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
 

Menurutnya, pengawasan DPR tidak hanya fokus di Arab Saudi, tetapi sejak proses awal keberangkatan jemaah dari Indonesia.
 

Pengawasan Dimulai Sejak dari Tanah Air
 

Marwan mengatakan seluruh proses pelayanan jemaah akan menjadi perhatian Timwas, termasuk saat jemaah tiba di Madinah hingga menjalani ibadah di Makkah.
 

“Yang menjadi perhatian kita sebetulnya bukan saja di Makkah dan Madinah, tetapi sejak dari sini jemaah berangkat. Ketika jemaah mendarat di Madinah pun itu sudah menjadi catatan pengawasan kita,” kata Marwan.
 

Ia menegaskan hasil pengawasan lapangan nantinya akan menjadi bahan evaluasi nasional untuk perbaikan penyelenggaraan haji berikutnya.
 

Catat Semua Temuan
 

Timwas Haji DPR RI tahun ini dibagi dalam dua gelombang keberangkatan. Gelombang kedua dijadwalkan bertolak menuju Jeddah pada 20–21 Mei 2026.
 

Marwan menjelaskan setiap anggota Timwas akan didampingi tim pendukung yang bertugas mendokumentasikan seluruh temuan selama pengawasan berlangsung.
 

“Dalam pengawasan Timwas Haji DPR tidak mungkin semua temuan dicatat sendiri oleh anggota. Karena itu tim pendukung akan melekat untuk memastikan seluruh persoalan, pelayanan, dan potensi masalah tercatat dengan baik,” ujarnya.
 

Hotel Jemaah Jadi Sorotan
 

Salah satu fokus utama pengawasan adalah sektor akomodasi jemaah. Timwas DPR akan mengecek langsung kesesuaian hotel dengan keputusan Panitia Kerja (Panja) Haji DPR RI.
 

Sesuai ketentuan Panja, hotel jemaah maksimal berjarak 4,5 kilometer dari pusat ibadah. Namun DPR menemukan indikasi adanya hotel yang jaraknya mencapai sekitar 13 kilometer dari Masjidil Haram.
 

“Ini akan menjadi objek peninjauan kita. Ada hotel yang melebihi keputusan Panja dan itu harus dicek langsung,” tegas Marwan.
 

Jabal Ka’bah Jadi Perhatian
 

Selain hotel, Timwas juga memberi perhatian serius terhadap kondisi kawasan Jabal Ka’bah yang menjadi titik penurunan jemaah dari bus.
 

Lokasi tersebut dinilai cukup berat bagi jemaah lanjut usia karena mereka harus berjalan sekitar 1,5 kilometer menuju Masjidil Haram dengan medan menanjak.
 

Anggota Timwas mengingatkan kondisi itu berpotensi menyulitkan sekitar 21 ribu jemaah lansia, terutama saat operasional bus shalawat dihentikan menjelang puncak ibadah haji.
 

Fokus pada Layanan Jemaah
 

Marwan menegaskan pengawasan DPR akan menyasar seluruh sektor pelayanan penting, mulai dari hotel, konsumsi, layanan kesehatan, hingga transportasi.
 

Menurutnya, seluruh pengawasan dilakukan untuk memastikan jemaah Indonesia mendapatkan pelayanan layak selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.rajamedia

Komentar: