Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Jemaah Pingsan dan Tersesat di Mina, Tim MCR Kemenhaj Disiagakan

Laporan: Firman
Kamis, 28 Mei 2026 | 19:14 WIB
Foto: Dokumentasi Kemenhaj - RMN -
Foto: Dokumentasi Kemenhaj - RMN -

RAJAMEDIA.CO  — Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat pengamanan dan pelindungan jemaah haji Indonesia selama fase Mina dengan menyiagakan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat.
 

Tim khusus ini disiapkan untuk menangani kondisi darurat mulai dari jemaah pingsan, tersesat, kelelahan ekstrem, hingga membantu mengurai kepadatan saat prosesi lontar jumrah berlangsung.
 

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengatakan MCR menjadi garda terdepan dalam penguatan layanan pelindungan jemaah pada titik-titik paling krusial selama puncak ibadah haji.
 

“MCR atau Mobile Crisis Rescue adalah tim khusus dan posko dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji yang disiagakan di kawasan Jamarat, Mina,” ujar Maria di Jakarta, mengutip laman Kemenhaj, Kamis (28/5/2026).
 

Siaga di Titik Rawan Kepadatan
 

Maria menjelaskan, posko MCR ditempatkan di berbagai titik strategis di area Jamarat dan jalur pergerakan jemaah.
 

Penempatan tersebut bertujuan agar petugas dapat memantau situasi lapangan secara langsung dan bergerak cepat saat terjadi kondisi darurat.
 

“MCR dibentuk khusus untuk merespons kondisi darurat, termasuk memberikan penanganan bagi jemaah yang pingsan, tersesat, mengalami kelelahan ekstrem, hingga evakuasi lansia dan penyandang disabilitas,” jelasnya.
 

Fokus Lindungi Lansia dan Disabilitas
 

Kemenhaj menegaskan pelindungan jemaah menjadi prioritas utama selama fase Armuzna.
 

Karena itu, petugas tidak hanya berada di tenda-tenda jemaah, tetapi juga disebar di jalur pergerakan, pos pantau, hingga titik rawan kepadatan.
 

Menurut Maria, layanan haji tahun ini diarahkan menjadi lebih ramah lansia, ramah perempuan, dan ramah disabilitas.
 

“Setiap jemaah yang membutuhkan bantuan harus bisa segera ditangani,” tegasnya.
 

Jemaah Diminta Ikuti Jadwal Resmi
 

Kemenhaj juga mengingatkan seluruh jemaah agar tidak memaksakan diri saat melaksanakan lontar jumrah.
 

Jemaah diminta mengikuti jadwal resmi yang telah ditetapkan sesuai kloter masing-masing untuk menghindari kepadatan ekstrem di kawasan Jamarat.
 

Pada 11 Dzulhijjah, lontar jumrah dijadwalkan dalam dua sesi:
 

1. Pukul 17.00–24.00 WAS

2. Pukul 00.00–04.00 WAS
 

Sementara waktu larangan melontar berlaku pukul 11.00–18.00 waktu Arab Saudi.
 

Lebih dari 1.300 Petugas Disiagakan
 

Untuk memperkuat pengamanan selama fase Mina, Kemenhaj menyiagakan 1.356 Petugas Satgas Mina.
 

Mereka ditempatkan di berbagai titik strategis seperti:
 

1. Jalan 616

2. Jalan 533

3. Depan Mina Al-Wadi Hospital

4. Terowongan Muaisim Turki

5. Jalur menuju Jamarat

6. Pos pemantauan arus kepulangan jemaah
 

Petugas bertugas mengatur arus jemaah, mengantisipasi kepadatan, hingga memastikan jemaah tetap berada di jalur aman.
 

Cuaca Panas Jadi Perhatian
 

Maria juga mengingatkan suhu panas di Mina masih cukup ekstrem pada siang hari.
 

Karena itu, jemaah diminta menjaga kondisi fisik, memperbanyak minum air putih, memakai pelindung kepala, dan membatasi aktivitas yang tidak perlu.
 

Ia juga meminta ketua kloter, ketua rombongan, dan sesama jemaah lebih memperhatikan lansia serta jemaah risiko tinggi.
 

“Jika ada jemaah yang terlihat kelelahan, kebingungan, atau terpisah dari rombongan, segera laporkan kepada petugas,” ujarnya.
 

Kemenhaj Pastikan Layanan Terus Diperkuat
 

Kemenhaj memastikan seluruh layanan selama fase Mina terus diperkuat hingga rangkaian Armuzna selesai.
 

Mulai dari transportasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah hingga pelindungan jemaah dipastikan tetap berjalan maksimal.
 

“Kami mengajak seluruh jemaah menjaga kekompakan, saling membantu, dan saling menjaga demi mewujudkan ibadah haji yang aman dan nyaman,” tutup Maria.rajamedia

Komentar: