Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

TKA Disorot DPR! Kesenjangan Digital Jadi Alarm Keras Menuju 2027

Laporan: Halim Dzul
Senin, 20 April 2026 | 09:22 WIB
Anggota Komisi X DPR RI, Lita Machfud Arifin - Humas DPR -
Anggota Komisi X DPR RI, Lita Machfud Arifin - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO – Sumsel, Legislator – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) belum sepenuhnya mulus. Komisi X DPR RI menemukan sejumlah persoalan krusial, mulai dari kesenjangan digital hingga keterbatasan infrastruktur yang masih membayangi berbagai daerah.
 

Sorotan ini bukan tanpa alasan. DPR ingin memastikan TKA ke depan benar-benar siap, adil, dan tidak meninggalkan peserta didik hanya karena faktor teknis.
 

Kesenjangan Digital Masih Menganga
 

Anggota Komisi X DPR RI, Lita Machfud Arifin, mengungkapkan bahwa masalah kesenjangan digital ternyata tidak hanya terjadi di daerah tertinggal.
 

Hasil evaluasi lapangan menunjukkan, wilayah yang tergolong maju pun masih menghadapi kendala serupa.
 

“Permasalahan TKA hampir sama di banyak daerah, terutama kesenjangan digital. Bahkan di wilayah seperti Surabaya dan Sidoarjo, ini masih terjadi,” ujarnya usai kunjungan kerja di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.
 

Temuan ini menjadi sinyal keras bahwa pemerataan akses teknologi belum benar-benar tuntas.
 

Infrastruktur Jadi Pekerjaan Rumah
 

Tak hanya soal jaringan dan akses digital, kesiapan infrastruktur juga menjadi catatan serius.
 

Komisi X menilai pemerintah perlu melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari perangkat pendukung hingga sistem pelaksanaan yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
 

Jika tidak, pelaksanaan TKA berpotensi timpang—menguntungkan daerah tertentu, namun menyulitkan yang lain.
 

Sosialisasi Minim, Informasi Tak Merata
 

Masalah lain yang tak kalah penting adalah kurangnya sosialisasi.
 

Lita mengaku, informasi terkait mekanisme TKA—termasuk adanya try out—bahkan belum sepenuhnya diketahui oleh para pemangku kepentingan di daerah.
 

“Kami saja baru mengetahui adanya try out hari ini. Ini artinya sosialisasi belum maksimal,” tegas politisi Partai NasDem itu.
 

Minimnya informasi ini berpotensi membuat siswa tidak siap menghadapi TKA.
 

Kesiapan Mental Siswa Jadi Sorotan
 

Kurangnya pemahaman soal TKA juga berdampak pada kondisi psikologis peserta didik.
 

Banyak siswa yang merasa cemas dan takut sebelum tes berlangsung, padahal TKA tidak menentukan kelulusan.
 

“Jangan sampai anak-anak yang sebenarnya mampu justru tidak maksimal karena sudah takut duluan,” ujar Lita.
 

Komisi X menekankan pentingnya edukasi agar siswa memahami tujuan TKA secara utuh.
 

Peran Guru dan Orang Tua Krusial
 

Dari sisi pendidikan, guru diharapkan menjadi garda terdepan dalam mempersiapkan siswa.
 

Pemahaman guru terhadap sistem TKA dinilai sangat penting agar mereka bisa memberikan simulasi dan pendampingan yang tepat.
 

Sementara itu, dari sisi keluarga, tantangan juga tak kalah besar—terutama di daerah 3T.
 

Masih banyak orang tua yang belum memiliki akses perangkat seperti komputer atau laptop, yang menjadi kebutuhan utama dalam pelaksanaan TKA berbasis digital.
 

Optimistis TKA 2027 Lebih Siap
 

Meski diwarnai berbagai catatan, Komisi X tetap mengapresiasi pelaksanaan TKA perdana sebagai langkah awal.
 

Evaluasi yang dilakukan saat ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk perbaikan ke depan.
 

“Kami optimistis pelaksanaan TKA pada 2027 akan jauh lebih baik,” pungkas Lita.
 

Satu hal yang pasti: pekerjaan rumah masih menumpuk. Tapi jika dibenahi serius, TKA bisa jadi alat ukur pendidikan yang adil dan berkualitas bagi seluruh anak bangsa.rajamedia

Komentar: