Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Dari 31 ke 1.800 Rumah! Program Bedah Rumah di Bali Meledak, Rakyat Kecil Tersenyum

Laporan: Zaki
Selasa, 17 Maret 2026 | 05:38 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan peningkatan bedah rumah di Bali - Foto: Humas Kemen PKP -
Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan peningkatan bedah rumah di Bali - Foto: Humas Kemen PKP -

RAJAMEDIA.CO - Denpasar – Pemerintah bikin gebrakan besar di sektor perumahan rakyat. Tahun 2026, alokasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Bali melonjak drastis.
 

Jika tahun 2025 hanya menyentuh 31 unit rumah di Tabanan, kini jumlahnya meroket jadi 1.800 unit dan menjangkau seluruh wilayah di Pulau Dewata.
 

Lonjakan Fantastis: 31 Jadi 1.800 Unit!
 

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menegaskan lonjakan ini bukan sekadar angka, tapi bentuk keberpihakan nyata pada rakyat kecil.
 

“Dari hanya 31 unit di 2025, sekarang jadi 1.800 unit di 2026. Semua kabupaten/kota di Bali kebagian,” tegas Ara, Senin (16/3/2026).
 

Program ini difokuskan untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
 

Negara Hadir, Rumah Jadi Layak
 

Program BSPS bukan sekadar bantuan, tapi solusi konkret bagi warga untuk memperbaiki rumahnya secara swadaya.
 

Menurut Ara, negara hadir bukan hanya memperbaiki fisik rumah, tapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
 

“Rumah yang tadinya bocor, tidak sehat, kini bisa jadi layak, aman, dan nyaman,” ujarnya.
 

Efek Domino: Ekonomi Ikut Bergerak
 

Tak hanya soal hunian, program ini juga berdampak pada ekonomi lokal. Mulai dari tukang bangunan, pemasok material, hingga pekerja harian ikut merasakan manfaatnya.
 

“Program ini menggerakkan ekonomi karena melibatkan tenaga kerja lokal dan material dari lingkungan sekitar,” tambahnya.
 

Kisah Haru dari Warga Kecil
 

Di Kelurahan Sesetan, Denpasar, bantuan ini terasa nyata. Ni Ketut Kinkin, pedagang canang dengan penghasilan sekitar Rp50 ribu per hari, tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya.

“Rumah saya dulu bocor kalau hujan. Terima kasih pemerintah, semoga sekarang bisa lebih nyaman,” ujarnya haru.
 

Hal serupa dirasakan Ni Nyoman Arda, penjaga toilet dengan penghasilan Rp30 ribu per hari.
 

“Saya tidak pernah membayangkan bisa renovasi rumah. Ini sangat berarti bagi kami,” katanya.
 

Target: Hidup Lebih Layak, Rakyat Lebih Kuat
 

Dengan lonjakan dari 31 menjadi 1.800 unit, pemerintah berharap semakin banyak warga Bali menikmati hunian layak.
 

Program ini juga jadi bagian dari strategi besar menghapus rumah tidak layak huni di berbagai daerah.
 

Pesannya jelas: pembangunan bukan hanya soal gedung megah—tapi memastikan rakyat kecil punya rumah yang layak untuk hidup.rajamedia

Komentar: