Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Rusun Murah Masuk Denpasar! Ara: Lahan Sempit, Hunian Harus Naik ke Atas

Laporan: Zaki
Selasa, 17 Maret 2026 | 09:47 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Gubernur Bali I Wayan Koster  di lokasi pembangunan rumah susun (rusun) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Bali. - Humas Kementerian PKP -
Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Gubernur Bali I Wayan Koster di lokasi pembangunan rumah susun (rusun) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Bali. - Humas Kementerian PKP -

RAJAMEDIA.CO - Denpasar – Pemerintah mulai tancap gas menjawab krisis hunian di kota besar. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) meninjau langsung lokasi pembangunan rumah susun (rusun) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Bali.
 

Lokasinya berada di kawasan strategis Jalan Raya Sesetan, Denpasar. Lahan seluas sekitar 3.328 meter persegi itu disiapkan menjadi solusi hunian vertikal bagi warga.
 

Lahan Sempit, Rusun Jadi Jawaban
 

Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa kota besar seperti Denpasar sudah tidak punya banyak pilihan selain membangun ke atas.
 

“Di kota seperti Denpasar, lahan terbatas. Maka rusun jadi solusi agar masyarakat berpenghasilan rendah tetap punya akses hunian layak,” tegas Ara, Senin (16/3/2026).
 

Menurutnya, pembangunan hunian vertikal bukan lagi opsi, tapi kebutuhan mendesak.
 

Target: 60 Unit, Termasuk untuk Disabilitas
 

Dalam rencana yang disusun, akan dibangun 1 tower Rusun Arunika tipe 36 dengan tinggi maksimal 4 lantai.

Total ada 60 unit hunian:
 

- 58 unit untuk masyarakat umum

- 2 unit khusus penyandang disabilitas
 

Proyek ini akan dikerjakan dengan skema Multi Years Contract (MYC), dimulai Juni 2026 hingga Maret 2027.
 

Sentuhan Budaya Bali Wajib Masuk
 

Tak sekadar bangun gedung, Ara juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas lokal.
 

“Desain rusun harus mengedepankan unsur budaya Bali, agar selaras dengan kearifan lokal masyarakat,” ujarnya.
 

Bahkan, ia mengusulkan agar rusun ini juga bisa dimanfaatkan oleh para seniman Bali yang masuk kategori MBR.

“Seniman punya kontribusi besar untuk pariwisata dan devisa negara. Mereka juga harus mendapat akses hunian layak,” tambahnya.
 

Pemprov Bali Full Support
 

Gubernur Bali, I Wayan Koster, memastikan dukungan penuh terhadap proyek ini. Menurutnya, kebutuhan hunian di kawasan perkotaan Bali terus meningkat, sementara lahan makin terbatas.
 

“Pemanfaatan aset pemerintah untuk hunian masyarakat adalah langkah tepat,” ujar Koster.
 

Hunian Layak, Program Nasional Digenjot
 

Pembangunan rusun ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperluas akses hunian terjangkau.
 

Pesannya jelas: di tengah mahalnya tanah kota, negara harus hadir memastikan rakyat kecil tetap punya tempat tinggal yang layak.
 

Dan di Denpasar, langkah itu kini mulai nyata.rajamedia

Komentar: