Gaspol KUR Perumahan! Arahan Prabowo: Bank Jangan Cuma Biayai Konglomerat
RAJAMEDIA.CO - Denpasar – Pemerintah tancap gas memperkuat sektor perumahan rakyat. Lewat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan resmi didorong lebih masif.
Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung arahan Presiden Prabowo Subianto agar perbankan tak lagi “berat sebelah” dalam menyalurkan kredit.
Bank Diminta Bela Ekonomi Rakyat
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan pesan Presiden: kredit harus mengalir ke rakyat kecil, bukan hanya ke pengusaha besar.
“Bank-bank Himbara diminta lebih banyak menyalurkan kredit ke usaha kecil dan masyarakat. Kita ingin ekonomi rakyat tumbuh dengan akses pembiayaan yang adil,” tegas Ara, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, sektor perumahan bukan sekadar bangun rumah—tapi menghidupkan rantai ekonomi dari hulu ke hilir.
Dari Tukang hingga Kontraktor Kecil Ikut Hidup
Ara menjelaskan, ekosistem perumahan melibatkan banyak pelaku usaha kecil.
Mulai dari tukang bangunan, penyedia material, kontraktor kecil, hingga jasa konstruksi lokal—semuanya bergerak jika sektor ini hidup.

“KUR Perumahan hadir untuk membuka akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau. Ini bukan hanya soal rumah, tapi soal menggerakkan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Kredit Rp50 Miliar Sudah Cair
Dalam sosialisasi Program Penguatan Ekosistem Perumahan di Bali, pemerintah langsung tancap gas.
Realisasi kredit yang berhasil dikucurkan mencapai Rp50 miliar. Angka ini jadi bukti konkret bahwa program tidak sekadar wacana.
Penandatanganan pembiayaan juga dilakukan langsung kepada pelaku usaha di sektor perumahan.
Kolaborasi Jadi Kunci
Kementerian PKP mendorong sinergi lintas sektor agar program ini benar-benar berdampak.
Pemerintah daerah, perbankan, pengembang, hingga pelaku usaha kecil diminta duduk bersama memperkuat ekosistem perumahan.
Target Besar: Rumah Jalan, Ekonomi Ngebut
Lewat KUR Perumahan atau Kredit Program Perumahan (KPP), pemerintah menargetkan dua hal sekaligus: percepatan pembangunan rumah dan perluasan akses pembiayaan.
Pesannya jelas: pembangunan tak boleh elitis. Rakyat kecil harus ikut menikmati.
Dan kali ini, pemerintah ingin memastikan—akses modal bukan lagi mimpi, tapi kenyataan.![]()
Daerah 5 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 4 hari yang lalu
Nasional | 4 hari yang lalu
Keamanan | 3 hari yang lalu
Daerah | 3 hari yang lalu
Nasional | 6 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Hukum | 3 hari yang lalu
Info Haji | 17 jam yang lalu