Ara Gaspol KUR Perumahan! Rp9,76 Triliun Sudah Mengalir, Rakyat Jangan Dipersulit
RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait kembali menegaskan satu pesan penting kepada seluruh jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan: jangan persulit rakyat.
Pesan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan KUR Perumahan DKI Jakarta di Lapangan Persima, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Senin (15/6/2026).
Di hadapan perwakilan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, pengembang perumahan, dan pelaku UMKM, Menteri yang akrab disapa Ara itu menegaskan bahwa seluruh program pemerintah harus berorientasi pada kemudahan pelayanan kepada masyarakat.
Ara: Aturan Jangan Jadi Penghambat
Menurut Ara, keberhasilan program pemerintah tidak diukur dari banyaknya regulasi yang dibuat, melainkan sejauh mana rakyat merasakan manfaatnya.

Karena itu, akses pembiayaan perumahan harus dibuat lebih cepat, mudah, dan sederhana.
"Kita harus memastikan seluruh program pemerintah benar-benar memudahkan rakyat. Jangan sampai aturan yang dibuat justru menyulitkan masyarakat untuk memperoleh manfaat," tegas Ara.
Ia menambahkan, regulasi yang tepat akan membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh rumah layak sekaligus mengembangkan usaha produktif.
KUR Perumahan Tembus Rp9,76 Triliun
Komitmen pemerintah memperluas akses pembiayaan perumahan mulai menunjukkan hasil nyata.
Berdasarkan data Bank Rakyat Indonesia (BRI), realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan secara nasional hingga 11 Juni 2026 telah mencapai Rp9,76 triliun.
Khusus wilayah Jakarta Barat dan sekitarnya, penyaluran telah mencapai Rp340 miliar dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 867 debitur.
Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap program pembiayaan yang digagas pemerintah.
Ara Turun Langsung Temui Penerima Manfaat
Dalam kegiatan tersebut, Ara tidak hanya memberikan sambutan.
Ia juga berdialog langsung dengan sejumlah penerima KUR Perumahan untuk memastikan proses pengajuan pembiayaan berjalan lancar tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.
Dari hasil dialog, para penerima manfaat mengaku program tersebut membantu mereka meningkatkan kualitas hunian sekaligus memperkuat usaha yang sedang dijalankan.
UMKM Dinilai Sangat Disiplin
Ara memberikan apresiasi khusus kepada BRI yang dinilai konsisten mendukung program pembiayaan rakyat tersebut.
Menurutnya, keberhasilan KUR Perumahan juga menunjukkan tingginya tingkat tanggung jawab masyarakat dalam memenuhi kewajiban kredit.
"UMKM kita sangat rajin membayar kewajibannya. Tingkat Non Performing Loan (NPL) bahkan di bawah dua persen. Ini bukti bahwa program ini benar-benar menyentuh rakyat," ujarnya.
Ia menilai rendahnya angka kredit bermasalah menjadi indikator bahwa masyarakat mampu memanfaatkan pembiayaan secara produktif dan bertanggung jawab.
Tito: Prabowo Peduli Warga Perkotaan
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang turut hadir dalam kegiatan itu menyebut perhatian pemerintah terhadap kualitas hunian masyarakat perkotaan semakin nyata.

Ia mencontohkan program bedah rumah yang digulirkan Kementerian PKP untuk wilayah Jakarta Barat.
Menurut Tito, masih terdapat sekitar 824 rumah tidak layak huni di kawasan tersebut.
Karena itu, alokasi 1.350 unit program bedah rumah yang diberikan pemerintah menjadi bukti keberpihakan Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat perkotaan.
"Ini menunjukkan Presiden Prabowo benar-benar peduli terhadap masyarakat perkotaan yang membutuhkan hunian layak," kata Tito.
BPS Dukung dengan Data Akurat
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti juga menyatakan dukungannya terhadap program KUR Perumahan.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya memperbaiki kualitas tempat tinggal masyarakat, tetapi juga memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang.
BPS, kata Amalia, siap mendukung program pemerintah melalui penyediaan data statistik yang akurat agar kebijakan yang diambil semakin tepat sasaran.
Kolaborasi Jadi Kunci
Kementerian PKP meyakini keberhasilan program perumahan rakyat tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.
Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, lembaga pembiayaan, pengembang perumahan, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk memperluas akses hunian yang layak dan terjangkau.
Selain meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sektor perumahan juga diyakini mampu menjadi penggerak ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja dan tumbuhnya aktivitas usaha rakyat.
Dengan penyaluran KUR Perumahan yang terus meningkat, pemerintah optimistis semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah layak sekaligus memperkuat perekonomian keluarga.![]()
Keamanan 4 hari yang lalu
Dunia | 6 hari yang lalu
Ekbis | 6 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Parlemen | 2 hari yang lalu
Info Haji | 6 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu