Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

BNPT Bongkar Ancaman di Game Online! 112 Anak Terpapar Radikalisme

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 03 Mei 2026 | 20:15 WIB
Ilustrasi - RMN -
Ilustrasi - RMN -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta – Ancaman radikalisme kini menyusup ke ruang digital anak-anak. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme mengungkap telah merehabilitasi 112 anak yang terpapar paham radikalisme dan terorisme—sebagian besar bermula dari interaksi di game online.
 

Kepala BNPT, Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono, menyebut paparan itu terjadi saat anak bermain di platform global seperti Roblox.
 

Masuk Lewat Game, Lanjut ke Doktrin
 

BNPT menemukan pola yang mengkhawatirkan.
 

Paparan dimulai dari:
 

1. Komunikasi antar pemain tak dikenal 

2. Pendekatan emosional (digital grooming) 

3. Pemindahan komunikasi ke platform lain 

4. Masuknya doktrin radikal 
 

“Di situ mulai ada normalisasi perilaku, lalu dimasukkan doktrin,” jelas Eddy.
 

Rehabilitasi: Dekati Lingkungan Terdekat
 

BNPT tidak hanya fokus pada anak, tapi juga lingkaran terdekatnya.
 

Pendekatan dilakukan kepada:
 

1.Orang tua 

2. Guru 

3. Tokoh lingkungan 
 

Tujuannya: memutus rantai paparan sejak dari rumah.
 

“Kami dekati semua lingkungan terdekat agar anak tidak lanjut terpapar,” ujarnya.
 

Lintas Sektor Turun Tangan
 

Proses rehabilitasi dilakukan bersama berbagai kementerian dan lembaga.
 

Langkah ini menunjukkan bahwa penanganan radikalisme anak bukan tugas satu institusi saja, melainkan kerja bersama negara.
 

Ancaman Nyata di Dunia Digital
 

Kasus ini menjadi alarm serius: ruang digital kini jadi medan baru penyebaran paham ekstrem.
 

Game online yang memiliki fitur komunikasi terbuka menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku.
 

BNPT: Waspada, Awasi Anak di Dunia Maya
 

BNPT mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas digital anak.
 

Bukan hanya soal game, tapi juga:
 

1. Siapa yang diajak komunikasi 

2. Platform lanjutan yang digunakan 

3. Perubahan perilaku anak 
 

Pesan Tegas
 

Kasus ini membuka mata: ancaman radikalisme tidak lagi datang dari jalanan, tapi bisa masuk dari layar gadget di tangan anak.rajamedia

Komentar: