Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

BMKG Bunyikan Alarm! El Nino 2026 Ancam RI, Kemarau Panjang & Krisis Air Mengintai

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12 WIB
Foto ilustrasi - RMN -
Foto ilustrasi - RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan serius terkait ancaman musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering dibanding kondisi normal.
 

BMKG meminta seluruh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan.
 

Peringatan tersebut disampaikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam Rapat Koordinasi Penanganan Persampahan dan Mitigasi Dampak Kemarau Panjang di Mabesad, Rabu (4/6/2026).
 

El Nino Dipastikan Datang
 

Faisal mengungkapkan Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino sepanjang tahun 2026.

Menurutnya, BMKG sebenarnya telah memprediksi kondisi tersebut sejak Maret 2026 dan diperkuat oleh laporan resmi Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada 2 Juni lalu.
 

“Kami sudah menyampaikan sejak Maret bahwa tahun ini akan terjadi fenomena El Nino,” ujar Faisal.
 

28 Persen Wilayah Sudah Masuk Musim Kemarau
 

BMKG mencatat hingga akhir Mei 2026 sekitar 28 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.
 

Sementara indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO) kini sudah menyentuh angka +1,0 yang menunjukkan kondisi El Nino mulai terbentuk.
 

BMKG memperkirakan musim kemarau tahun ini berlangsung antara tiga hingga tujuh bulan tergantung karakteristik wilayah masing-masing.
 

Ancaman Kekeringan dan Krisis Air Bersih
 

BMKG mengingatkan kemarau panjang berpotensi memicu berbagai persoalan serius.
 

Mulai dari menurunnya ketersediaan air bersih, terganggunya sektor pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
 

Karena itu, pemerintah daerah diminta segera menyiapkan langkah mitigasi sejak dini.
 

BMKG juga memastikan akan terus memperbarui informasi iklim dan potensi kekeringan agar dapat menjadi dasar kebijakan pemerintah daerah.
 

Kasad Minta TNI Siaga Antisipasi Kemarau
 

Dalam rapat yang sama, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta seluruh jajaran TNI AD mulai memetakan wilayah rawan kekeringan.
 

Mulai dari Kodim hingga Koramil diminta bergerak cepat melakukan langkah antisipasi.
 

“Kalau dulu kita punya data bencana, sekarang kita harus punya data antisipasi kemarau,” tegas Maruli.
 

Program Sumur Air Bersih Dilanjutkan
 

Kasad memastikan program pengeboran sumur air bersih akan terus dilanjutkan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau panjang.
 

Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi ancaman krisis air bersih di daerah rawan kekeringan.
 

Pemerintah berharap koordinasi antara BMKG, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat memperkuat kesiapan nasional menghadapi ancaman musim kemarau ekstrem tahun 2026.rajamedia

Komentar: