Gas Hunian Rakyat! Menteri PKP Gandeng REI, Backlog Perumahan Diburu di Jatim
RAJAMEDIA.CO - Surabaya – Pemerintah tancap gas mengejar kebutuhan hunian nasional. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menggelar pertemuan strategis dengan Realestat Indonesia (REI) Jawa Timur di Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Sabtu (2/5/2026).
Fokusnya jelas: percepat pembangunan rumah layak, tekan backlog, dan dorong investasi sektor properti.
Kolaborasi Jadi Kunci, Target Harus Terasa
Menteri PKP menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pengembang adalah kunci utama.
“Pemerintah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya untuk menjawab backlog perumahan,” tegasnya.
Jawa Timur dinilai punya potensi besar, tapi butuh langkah konkret dan terukur.
Pengembang Diminta Inovatif dan Jaga Kualitas
Selain percepatan, pengembang juga diminta menjaga mutu.

Pesan Menteri:
1. Hunian harus terjangkau
2. Kualitas tetap terjaga
3. Reputasi pengembang dipertahankan
Keseimbangan antara kepentingan rakyat, negara, dan bisnis jadi garis utama.
Rusun Subsidi Dikebut, Ikuti Arahan Presiden
Pemerintah juga menaruh perhatian pada pembangunan rumah susun subsidi di kawasan perkotaan.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses hunian bagi masyarakat.
Perizinan hingga Pembiayaan Jadi Sorotan
Dalam forum tersebut, pengembang juga menyampaikan sejumlah kendala utama:
1. Proses perizinan
2. Akses pembiayaan
3 Pengembangan kawasan terpadu
Pemerintah pun berjanji menyederhanakan regulasi agar proyek bisa bergerak lebih cepat.
BP Tapera Ikut Dilibatkan
Dirjen Perkotaan bersama BP Tapera disebut terus berkoordinasi untuk mendukung pembiayaan perumahan.
Tujuannya: memastikan pembangunan berjalan lancar dan tepat sasaran.
REI Siap Gas, Iklim Investasi Diapresiasi
Para pengembang menyambut positif langkah pemerintah.
Mereka menyatakan siap:
1. Berinvestasi
2. Mempercepat pembangunan
3. Mendukung target nasional
Harapan Besar: Hunian Layak, Ekonomi Bergerak
Pertemuan ini diharapkan melahirkan langkah konkret antara pemerintah dan swasta.
Bukan hanya soal rumah, tapi juga:
1. Mendorong ekonomi daerah
2. Membuka lapangan kerja
3. Menggerakkan sektor properti
Pesan Akhir Pemerintah
Program sudah disiapkan, kolaborasi sudah dibuka.
Targetnya satu: rakyat punya rumah layak—dan pembangunan tak boleh lagi berjalan lambat.![]()
Parlemen 5 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Hukum | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Parlemen | 1 hari yang lalu
Nasional | 4 hari yang lalu
Daerah | 5 hari yang lalu
Hukum | 6 hari yang lalu
Nasional | 4 hari yang lalu