Samuel Wattimena: Indonesia Kaya Destinasi Wisata, yang Kurang Pengelolaannya
RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator - Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi kekuatan utama sektor pariwisata dunia. Namun, kekayaan alam dan destinasi wisata yang melimpah dinilai belum cukup jika tidak didukung pengelolaan yang baik serta sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Hal itu disampaikan Samuel usai mengikuti rapat kerja Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Pariwisata di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu negara dengan keragaman objek wisata paling lengkap di dunia, mulai dari wisata alam, budaya, sejarah hingga bahari.
"Pariwisata kita sebenarnya memiliki modal dasar yang sangat kuat. Indonesia punya hampir semua jenis objek wisata yang dibutuhkan. Persoalannya sekarang adalah bagaimana pengelolaannya," kata Samuel.
Fokus Pengembangan Destinasi Diperjelas
Samuel mengakui kinerja sektor pariwisata nasional menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, ia menilai pemerintah perlu memperjelas arah pengembangan destinasi unggulan agar program yang dijalankan lebih terukur.
Menurutnya, daerah perlu mengetahui target dan prioritas yang ingin dicapai pemerintah sehingga mampu menyesuaikan strategi pengembangan wisata masing-masing.
"Kalau arahnya jelas, daerah-daerah yang belum menjadi prioritas juga bisa menyiapkan diri dan meningkatkan kapasitasnya," ujarnya.
DPR Pertanyakan Kebutuhan 1.500 SDM Pariwisata
Dalam rapat tersebut, Samuel juga menyoroti rencana pemerintah menyiapkan 1.500 tenaga pengembangan SDM pariwisata yang akan ditempatkan di berbagai daerah.
Ia meminta Kementerian Pariwisata menjelaskan secara rinci pola distribusi, tugas, dan sasaran dari tenaga pengembangan tersebut.
Menurutnya, DPR perlu mengetahui kebutuhan riil di lapangan agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.
"Kita sebagai pengawas perlu tahu pembagiannya seperti apa. Karena ada 38 provinsi dan 25 provinsi masuk dalam rencana induk pengembangan SDM pariwisata," ujarnya.
Dukung Tambahan Anggaran
Samuel memastikan Komisi VII DPR RI mendukung upaya penguatan sektor pariwisata, termasuk melalui peningkatan anggaran.
Namun, ia menekankan setiap usulan tambahan anggaran harus disertai data dan perencanaan yang jelas agar penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan.
"Kami mendukung pengembangan sektor pariwisata. Tetapi kami juga membutuhkan data yang lebih relevan untuk melihat urgensi peningkatan anggaran tersebut," katanya.
Kemenpar Usul Tambahan Rp1,99 Triliun
Sebelumnya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,99 triliun untuk tahun anggaran 2027.
Usulan itu diajukan karena pagu indikatif yang diberikan pemerintah saat ini hanya sebesar Rp1,01 triliun, sementara kebutuhan ideal Kementerian Pariwisata mencapai Rp3 triliun.
Widiyanti menilai anggaran yang memadai diperlukan agar berbagai program pembangunan pariwisata dapat berjalan optimal dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
"Kami menilai untuk bekerja secara optimal dan memberikan dampak ekonomi maksimal bagi perekonomian nasional, Kementerian Pariwisata memerlukan anggaran sebesar Rp3 triliun," ujar Widiyanti.
Pariwisata Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Pemerintah berharap sektor pariwisata terus menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan kunjungan wisatawan, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi daerah.
Karena itu, DPR menilai penguatan kualitas SDM, kejelasan arah pengembangan destinasi, dan dukungan anggaran yang tepat sasaran menjadi kunci agar potensi besar pariwisata Indonesia dapat dimaksimalkan.![]()
Keamanan 6 hari yang lalu
Parlemen | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Parlemen | 2 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Olahraga | 5 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Opini | 3 hari yang lalu
Info Haji | 3 hari yang lalu
Parlemen | 2 hari yang lalu