WFH Segera Meluncur! Pemerintah Siapkan Skema Hemat Energi
RAJAMEDIA.CO – Jakarta – Pemerintah tak tinggal diam menghadapi gejolak global. Di tengah lonjakan harga minyak dunia, satu jurus baru segera diluncurkan: kerja dari rumah alias work from home (WFH).
Pengumumannya? Tinggal hitungan hari.
Airlangga: Minggu Ini Diumumkan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kebijakan WFH akan diumumkan sebelum Maret berakhir.
“Akan diumumkan sebelum akhir bulan,” ujar Airlangga di Jakarta, dikutip Sabtu (28/3/2026).
Bahkan sinyalnya makin terang. Kata dia, pengumuman itu kemungkinan keluar pekan ini.
Artinya: kebijakan sudah matang, tinggal dilepas ke publik.
WFH Khusus ASN, Berlaku Setiap Jumat
Skema WFH ini tidak berlaku sembarangan. Pemerintah mengunci targetnya: aparatur sipil negara (ASN).
Baik PNS maupun PPPK akan menjalani WFH satu hari dalam sepekan—tepatnya setiap hari Jumat.
Langkah ini disebut sebagai strategi efisiensi energi tanpa harus menghentikan aktivitas pemerintahan secara total.
Swasta Tidak Wajib, Hanya Imbauan
Bagaimana dengan sektor swasta?
Pemerintah tidak memaksakan. Kebijakan WFH hanya bersifat imbauan. Artinya, perusahaan punya keleluasaan menentukan apakah akan ikut menerapkan atau tidak.
Pendekatannya fleksibel—tanpa tekanan, tapi tetap diarahkan.
Efek Geopolitik Timur Tengah
Kebijakan ini bukan tanpa sebab. Pemerintah merespons tekanan global, terutama akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dunia.
WFH diharapkan bisa menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Targetnya cukup ambisius: penghematan hingga 20 persen. Meski begitu, angka pastinya masih dalam tahap penghitungan.
Menkeu: Sudah Diputuskan, Tinggal Diumumkan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kebijakan ini sebenarnya sudah final.
“Sudah diputuskan, nanti diumumkan,” katanya.
Namun ia menegaskan, pengumuman resmi tetap akan disampaikan oleh Menko Perekonomian.
Bukan Cuma Hemat Energi, Ekonomi Bisa Terdongkrak
Menariknya, pemerintah melihat WFH bukan sekadar langkah penghematan. Ada potensi efek ganda: aktivitas ekonomi justru bisa meningkat.
Menurut Purbaya, mobilitas boleh turun, tapi transaksi dan konsumsi bisa naik.
“Ekonomi aktifnya naik, bisnis naik cepat, konsumsi naik,” ujarnya.
Bahkan dari sisi negara, penerimaan pajak berpotensi ikut terdongkrak.
Redaksi mencatat: WFH kali ini bukan soal pandemi. Ini soal strategi ekonomi dan energi. Pemerintah sedang memainkan dua kaki sekaligus—hemat BBM, tapi tetap jaga pertumbuhan.
Tinggal tunggu hitungan hari: Jumat di rumah, atau tetap ke kantor?![]()
Hukum | 5 hari yang lalu
Parlemen | 2 hari yang lalu
Keamanan | 5 hari yang lalu
Nasional | 5 hari yang lalu
Keamanan | 4 hari yang lalu
Opini | 6 hari yang lalu
Keamanan | 6 hari yang lalu
Ekbis | 5 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu


