Ahmad Ali Jadi Energi Baru PSI, Dongkrak Elektabilitas Partai!
RAJAMEDIA.CO - Jakarta — Masuknya Ahmad Ali ke jajaran elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai memunculkan optimisme baru di internal partai berlambang gajah tersebut.
Setelah resmi meninggalkan Partai NasDem dan kini menjabat Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali dinilai berpotensi membawa energi baru sekaligus memperluas basis politik PSI yang selama ini dianggap kuat di ruang media, tetapi belum sepenuhnya mengakar secara elektoral.
Penilaian itu disampaikan Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, dalam keterangannya kepada pers di Jakarta, Senin (11/5/2026).
“Sebagai politisi senior, saya yakin Pak Ahmad Ali punya potensi kuat yang menambah magnet untuk menjadi sumber energi baru di PSI,” kata Toto.
PSI Dinilai Butuh Figur Lapangan
Menurut Toto, perpindahan Ahmad Ali dari NasDem ke PSI tidak bisa dibaca sekadar perpindahan kader politik biasa.
_1778519392.jpg)
Ia menilai Ahmad Ali membawa jaringan, pengalaman, cara kerja politik, hingga kemampuan konsolidasi yang selama ini dibutuhkan PSI.
“PSI selama ini dikenal kuat dalam citra modern, urban, digital, dan anak muda. Tapi citra itu belum sepenuhnya berbanding lurus dengan hasil elektoral,” ujarnya.
Toto menyebut PSI cukup dominan dalam wacana publik dan media sosial, tetapi belum efektif membangun simpul politik di akar rumput.
Data Pemilu Jadi Alarm
Toto menyinggung hasil Pemilu 2024 sebagai alarm penting bagi PSI.
Saat itu, PSI hanya meraih 4,26 juta suara atau sekitar 2,806 persen suara sah nasional dan gagal menembus ambang batas parlemen 4 persen.
“Artinya, masalah utama PSI bukan sekadar kurang populer, tetapi belum berhasil mengubah popularitas menjadi penerimaan sosial yang luas,” katanya.
Menurut Toto, kondisi itu membuat PSI membutuhkan figur yang memiliki pengalaman organisasi, jejaring daerah, dan kemampuan komunikasi lintas kelompok masyarakat.
Ahmad Ali Dinilai Punya Tiga Kekuatan
Toto menyebut sedikitnya ada tiga kekuatan utama Ahmad Ali yang bisa menjadi modal besar bagi PSI.
Pertama, kemampuan konsolidasi politik. Ahmad Ali dinilai bukan sekadar politisi panggung atau politisi wacana, tetapi sosok yang terbiasa bekerja di lapangan.
Kedua, kemampuan komunikasi lintas segmen. Ia diyakini bisa membantu PSI memperluas bahasa politik agar lebih diterima berbagai kelompok masyarakat.
“Bukan untuk mengubah PSI menjadi partai oportunistik, tetapi menjadi partai yang lebih komunikatif,” ujar Toto.
Ketiga, Ahmad Ali dianggap memiliki pengalaman membaca realitas elektoral.
“Ia tahu politik bukan hanya soal benar secara moral, tetapi juga diterima secara sosial,” lanjutnya.
PSI Jangan Lagi Terjebak Politik Gaduh
Meski optimistis, Toto juga mengingatkan masuknya Ahmad Ali bisa menjadi ujian besar bagi PSI.
Menurutnya, PSI harus mampu menyatukan semangat anak muda dengan jaringan sosial-politik yang lebih luas tanpa kehilangan identitas partai.
Ia juga berharap PSI tidak lagi terjebak pada pola politik gaduh yang justru menimbulkan resistensi publik.
“Sebagai politisi senior, Ahmad Ali punya kemampuan untuk memperbaiki kegagalan 2024. Termasuk dengan tidak lagi membiarkan PSI terjebak pada politik gaduh lewat figur kontroversial yang mudah melukai kelompok lain,” tegas Toto.
Ujian Baru PSI Dimulai
Masuknya Ahmad Ali kini disebut menjadi momentum penting bagi PSI untuk membuktikan diri sebagai partai yang tidak hanya kuat di media sosial, tetapi juga mampu bersaing secara nyata dalam peta politik nasional.
Publik kini menunggu apakah kehadiran mantan elite NasDem itu benar-benar mampu menjadi “mesin baru” PSI menuju Pemilu 2029.![]()
Olahraga | 6 hari yang lalu
Politik | 5 hari yang lalu
Opini | 1 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Olahraga | 5 hari yang lalu
Olahraga | 4 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Ekbis | 3 hari yang lalu