Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Sulteng Darurat Narkoba! Komisi III DPR Minta Aparat Jangan Main Mata dengan Bandar

Laporan: Halim Dzul
Jumat, 06 Maret 2026 | 13:02 WIB
Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Suding - Humas DPR -
Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Suding - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Palu, Legislator — Peredaran narkoba di Provinsi Sulawesi Tengah dinilai sudah berada di level darurat. Komisi III DPR RI bahkan menyebut wilayah ini masuk dalam tiga besar daerah dengan peredaran narkotika paling masif di Indonesia.
 

Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Suding, menyampaikan keprihatinan serius atas kondisi tersebut. Ia meminta aparat penegak hukum tidak setengah hati dalam memerangi jaringan narkoba yang terus merangsek ke berbagai lapisan masyarakat.
 

Pernyataan itu disampaikan Suding saat memimpin Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI di Mapolda Sulawesi Tengah, Kota Palu, Kamis (5/3/2026).
 

Sulteng Masuk Tiga Besar Peredaran Narkoba
 

Suding mengungkapkan bahwa Sulawesi Tengah kini berada pada peringkat ketiga secara nasional dalam hal masifnya peredaran narkotika. Kondisi ini, menurutnya, sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan luar biasa.
 

“Kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Karena itu kami menuntut Kapolda dan BNN benar-benar berkomitmen, berkolaborasi, dan bersinergi dalam pemberantasan narkoba,” kata Suding.
 

Ia menegaskan upaya pemberantasan tidak bisa hanya mengandalkan aparat keamanan semata. Peran tokoh masyarakat dan lingkungan sosial juga harus dilibatkan secara aktif.
 

Menurut Suding, salah satu persoalan besar di wilayah tersebut adalah banyaknya pelabuhan tikus yang menjadi jalur masuk narkoba dan sulit dideteksi aparat.
 

Jalur Narkoba dari Luar Negeri
 

Suding juga membeberkan pola peredaran narkoba yang masuk ke Sulawesi Tengah. Jalurnya, kata dia, berasal dari luar negeri.
 

Modusnya, narkoba masuk melalui Malaysia, kemudian bergerak ke Kalimantan sebelum akhirnya beredar luas di wilayah Sulawesi Tengah.
 

Kondisi geografis itu membuat pengawasan menjadi lebih rumit dan membutuhkan koordinasi lintas wilayah yang kuat.
 

Anak SD hingga Ibu Rumah Tangga Jadi Korban
 

Yang lebih memprihatinkan, peredaran narkoba di Sulawesi Tengah tidak lagi menyasar kelompok tertentu. Barang haram tersebut kini telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
 

Mulai dari anak-anak usia sekolah dasar hingga ibu rumah tangga disebut sudah terpapar jaringan narkotika.
 

Menurut Suding, dampaknya tidak hanya pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memicu peningkatan angka kriminalitas di berbagai daerah.
 

Ia menilai kejahatan narkoba sering berkorelasi dengan maraknya kasus pencurian dan tindak kriminal lainnya di sejumlah wilayah seperti Sigi, Donggala, dan kawasan Pantai Barat Sulawesi Tengah.
 

Peringatan Keras untuk Aparat
 

Suding menegaskan aparat penegak hukum harus memiliki komitmen kuat dan integritas tinggi dalam menjalankan tugas memberantas narkoba.
 

Ia juga mengingatkan agar aparat tidak bermain mata dengan jaringan bandar narkoba.
 

“Aparat yang diberi tugas mulia memberantas narkotika jangan sampai justru terlibat atau bermain dengan jaringan bandar narkoba. Ini menyangkut keselamatan generasi muda dan kedaulatan bangsa,” tegasnya.rajamedia

Komentar: