Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

97 Persen UMKM Masih Mikro, Kementerian UMKM Genjot Digitalisasi

Laporan: Firman
Jumat, 29 Mei 2026 | 21:01 WIB
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman saat menghadiri acara Tribun Bali Award di Denpasar, Bali, Jumat (29/5/2026) - Foto: Dok. Keemen UMKM -
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman saat menghadiri acara Tribun Bali Award di Denpasar, Bali, Jumat (29/5/2026) - Foto: Dok. Keemen UMKM -

RAJAMEDIA.CO — Denpasar — Kementerian UMKM terus mendorong penguatan ekosistem digital dan kemitraan usaha guna mempercepat pelaku UMKM naik kelas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
 

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan saat ini mayoritas UMKM di Indonesia masih berada di level mikro.
 

“Sebanyak 97 persen UMKM di Indonesia masih berada pada level mikro,” ujar Bagus saat menghadiri acara Tribun Bali Award di Denpasar, Bali, Jumat (29/5/2026).
 

UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi
 

Menurut Bagus, kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional sangat besar.
 

Namun tantangan terbesar saat ini adalah meningkatkan nilai tambah, kreativitas, produktivitas, hingga konektivitas usaha agar UMKM mampu berkembang lebih besar.

Karena itu, pemerintah menilai penguatan kolaborasi dan ekosistem usaha menjadi kunci penting agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas.
 

“Yang terpenting adalah mendorong pengusaha UMKM agar naik kelas melalui kolaborasi dan penguatan ekosistem usaha,” katanya.
 

Belanja Pemerintah Rp1.100 Triliun Jadi Peluang
 

Bagus menjelaskan peluang pasar bagi UMKM sebenarnya sangat besar.
 

Salah satunya berasal dari belanja barang dan jasa pemerintah yang nilainya mencapai sekitar Rp1.100 triliun.
 

Dari jumlah tersebut, minimal 40 persen dialokasikan untuk produk UMKM.
 

Selain itu, pemerintah juga memiliki platform PaDi UMKM milik BUMN untuk membantu memperluas akses pasar pelaku usaha kecil di berbagai daerah.
 

SAPA UMKM Disiapkan Jadi Superapps
 

Dalam kesempatan itu, Bagus juga memperkenalkan platform SAPA UMKM yang sedang dikembangkan Kementerian UMKM.
 

Platform tersebut dirancang menjadi superapps layanan terpadu bagi pengusaha UMKM.

Melalui SAPA UMKM, berbagai layanan usaha nantinya terhubung dalam satu pintu, mulai dari NIB, OSS, sertifikasi halal, akses pembiayaan, hingga layanan ekspor.

“Berbagai kebutuhan pengusaha UMKM nantinya akan terhubung dalam satu pintu,” jelasnya.
 

Holding UMKM Terus Didorong
 

Selain digitalisasi, Kementerian UMKM juga memperkuat ekosistem kemitraan bisnis berbasis klaster melalui skema holding UMKM.
 

Pendekatan itu menghubungkan usaha mikro, kecil, menengah, hingga usaha besar dalam satu rantai bisnis yang terintegrasi.
 

Menurut Bagus, skema tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus meningkatkan akses pembiayaan dan pemasaran produk.
 

Menuju Indonesia Emas 2045
 

Bagus menegaskan Kementerian UMKM akan terus berperan sebagai kolaborator dan integrator bagi pelaku usaha kecil agar terhubung dengan pasar yang lebih besar.
 

Langkah itu disebut menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
 

“UMKM harus terhubung dengan ekosistem yang lebih besar agar mampu tumbuh secara berkelanjutan,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: