Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Harapan Anggota DPD ke Presiden: Jangan Sampai Kendur Perjuangkan Palestina!

Laporan: Zulhidayat Siregar
Jumat, 06 Maret 2026 | 14:45 WIB
Anggota DPD RI, KH Muhammad Nuh
Anggota DPD RI, KH Muhammad Nuh

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Geopolitik - Presiden Prabowo Subianto diharapkan untuk tidak pernah kendur dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dari penjajahan Israel. Karena menghapuskan penjajahan di atas dunia merupakan amanat konstitusi yang konsisten dijalankan para presiden Indonesia sebelumnya sejak Bung Karno.


Harapan tersebut disampaikan anggota DPD RI KH Muhammad Nuh menyusul kuatnya desakan agar Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian, lembaga internasional yang dibentuk Presiden AS Donald Trump untuk mewujudkan perdamaian di bumi Palestina dan kawasan lainnya.


Dorongan ini menguat menyusul serangan AS dan Israel ke Iran. Selain sebagai bentuk protes ke AS, BoP pun diragukan bisa mengemban misinya mewujudkan perdamaian karena kini dianggap lebih tepat disebut sebagai Board of War (Dewan Peperangan).
 
 Berharap Presiden Mendengar

Terkait kuatnya dorongan agar Indonesia keluar BoP itu, KH Muhammad Nuh mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk mendengarkan masukan dari masyarakat tersebut.
 

"Artinya kalau BoP itu diharapkan bisa menggagas perdamaian di Timur Tengah terutama Palestina yang kita inginkan, ternyata dirusak sudah citra itu, nah lalu bagaimana posisi Indonesia?" ungkapnya saat dihubungi (Jumat, 6/3/2026).


"Tentu Indonesia dengan para tokoh-tokoh kita, para ulama kita terus mengingatkan dan sebagainya, ya mudah-mudahan Pak Presiden, Pak Prabowo bisa mempertimbangkan. Karena memang beliaulah yang memutuskan sebagai penanggung jawab eksekutif," katanya menekankan.


"Tentang apakah harus sekarang atau kapan meninjau kembali keberadaan di kita di BoP, tentu saja itu sangat menjadi pertimbangan Pak Presiden. Mudah-mudahan beliau selalu mendengar, memperhatikan dan kita juga mendoakan mudah-mudahan sikap beliau tetap nantinya dalam kebaikan. Mudah-mudahan begitu harapan kita," harapnya.


Jangan Mau Kalah dengan Trump

Namun yang pasti, dia mengingatkan, semangat untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina ini tidak boleh padam. Karena itu pula dia menyambut baik tekad Prabowo yang disampaikan dalam pertemuan dengan para ulama di Istana semalam bahwa Indonesia siap mundur dari BoP kalau tidak membawa manfaat untuk perjuangan kemerdekaan Palestina.


Senator dari Sumatera Utara ini pun mengingatkan Presiden Prabowo untuk tidak mau kalah dengan Presiden AS Donald Trump dalam hal bagaimana memperjuangkan kepentingan nasional dan amanat bangsa di panggung dunia.


"Kalau Donald Trump bermanuver keluar, mengganggu negara lain, tujuannya untuk internal dalam negerinya, itu memang tidak dipungkiri. Karena memang banyak masalah dalam negeri, supaya solid ke dalam, ya manuver keluar," tegasnya.


"Maka kita juga menjadikan menjadikan kepentingan nasional kita, amanat konstitusi kita, menjadi pertimbangan utama bahwa komitmen Indonesia untuk kemerdekaan Palestina tidak pernah berubah dari sejak Bung Karno, Pak Harto sampai sampai hari ini. Makanya itu tetap menjadi pegangan kita. Karena memang amanah UUD Dasar 1945," tandasnya.


Pemerintah Mendengar sambil Mencermati Keadaan

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid memastikan pemerintah mendengarkan dorongan agar Indonesia keluar dari BoP. Dia pun menegaskan pemerintah tidak antikritik terhadap pandangan tersebut.


"Pemerintah tidak anti kritik. Kita mendengarkan sambil mencermati keadaan, tetapi kita akan membuktikan di lapangan bahwa diplomasi ini jalan terbaik untuk menciptakan perdamaian," ujar Nusron usai menghadiri buka bersama Presiden Prabowo Subianto dan para ulama di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, semalam.

.

MUI Ungkap Komitmen Presiden untuk Palestina

Sementara itu, Wakil Ketua MUI KH Cholil Nafis yang turut hadir dalam pertemuan di Istana, mengungkap komitmen yang disampaikan Presiden kepada para ulama terkait kemerdekaan Palestina. Dia menegaskan Prabowo siap mundur dari BoP jika sudah tidak membawa manfaat untuk Palestina.


"Soal BoP beliau tekad untuk kemerdekaan Palestina. Jika memang tidak untuk Palestina, beliau siap mundur. Beliau (Prabowo) berkomitmen bahwa semua yang dilakukan untuk Palestina, untuk kemerdekaan Palestina," ungkap Kiai Cholil.

.

Dorongan Tinggalkan BoP: Dari Tokoh, Masyarakat Sipil hingga MUI

Desakan agar Indonesia keluar dari BoP menyusul serangan AS-Israel ke Iran sebelumnya disampaikan 69 tokoh bersama 79 organisasi masyarakat sipil lewat sebuah petisi "Melawan Imperialisme Baru", bahkan termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui “Tausiyah MUI: Eskalasi Serangan AS-Israel terhadap Iran".


Selain itu, Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta, Prof. Din Syamsuddin, tokoh politik Anies Baswedan, hingga Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab juga menyampaikan hal senada. rajamedia

Komentar: