Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Firman Soebagyo Warning Pemerintah: Jangan Matikan Sektor Swasta!

Laporan: Halim Dzul
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:33 WIB
Anggota DPR RI Firman Soebagyo - Humas DPR -
Anggota DPR RI Firman Soebagyo - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta, Legislator — Anggota DPR RI Firman Soebagyo mengingatkan pemerintah agar tidak mengeluarkan kebijakan yang justru mempersempit ruang gerak sektor swasta.
 

Menurut Firman, sektor swasta selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional karena berperan besar menciptakan lapangan kerja, investasi, hingga penerimaan pajak negara.
 

“Sektor swasta adalah mesin pertumbuhan yang sesungguhnya,” tegas Firman dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).
 

APBN Dinilai Tak Mampu Tanggung Semua Beban
 

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menilai target pembangunan nasional tidak akan tercapai jika pemerintah hanya mengandalkan APBN.
 

Ia menyoroti ruang fiskal pemerintah yang semakin sempit karena sebagian besar anggaran sudah terserap untuk pendidikan, subsidi energi, belanja pegawai, hingga pembangunan infrastruktur.

“APBN tidak mungkin menanggung seluruh kebutuhan pembangunan nasional,” katanya.
 

Pemerintah Diminta Jadi Fasilitator
 

Firman menegaskan negara-negara maju berkembang bukan semata karena kekuatan anggaran negara, melainkan karena terciptanya ekosistem usaha yang sehat.
 

Karena itu, pemerintah diminta memposisikan diri sebagai fasilitator bagi dunia usaha, bukan malah menjadi penghambat.
 

“Pemerintah harus menjadi fasilitator, bukan pesaing sektor swasta,” ujarnya.
 

Dunia Usaha Butuh Kepastian Hukum
 

Firman mengatakan pelaku usaha saat ini lebih membutuhkan kepastian hukum, penyederhanaan regulasi, dan insentif yang jelas.


Ia meminta pemerintah segera mengevaluasi berbagai kebijakan yang dinilai kontraproduktif terhadap investasi dan dunia usaha nasional.
 

Penutupan Gerai Ritel Jadi Alarm
 

Firman juga menyinggung maraknya penutupan gerai ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di sejumlah daerah.
 

Menurutnya, kondisi itu menjadi alarm serius terhadap iklim usaha nasional.
 

Ia menilai dampaknya bukan hanya dirasakan perusahaan besar, tetapi juga pekerja, pemasok UMKM, hingga perputaran ekonomi daerah.
 

“Kalau usaha besar dan menengah mulai tertekan hingga menutup gerai, dampaknya sangat luas,” katanya.
 

Target Ekonomi 8 Persen Dinilai Sulit
 

Firman mengingatkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen dan agenda hilirisasi industri nasional akan sulit tercapai tanpa keberpihakan nyata kepada sektor swasta.
 

“Kalau swasta tumbuh, lapangan kerja terbuka, pajak naik, daya beli masyarakat meningkat, dan APBN ikut sehat,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: