Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Saan Bela Prabowo: Dunia Bergejolak, Diplomasi Tak Bisa Duduk Diam

Laporan: Halim Dzul
Kamis, 04 Juni 2026 | 06:51 WIB
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa - Humas DPR -
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa merespons sorotan publik terkait tingginya intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa waktu terakhir.
 

Menurut Saan, setiap pemerintahan memiliki strategi diplomasi dan kepentingan berbeda sesuai situasi global yang sedang dihadapi.
 

“Urgensi, kepentingan, dan strategi setiap pemerintahan tentu berbeda,” ujar Saan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
 

Diplomasi Disebut Menyesuaikan Situasi Dunia
 

Saan menegaskan intensitas perjalanan luar negeri Presiden tidak bisa dibandingkan secara mentah dengan pemimpin sebelumnya.
 

Sebab, dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini disebut jauh lebih kompleks dan membutuhkan pendekatan diplomasi yang lebih aktif.
 

Dunia Sedang Bergejolak
 

Menurut politisi Partai NasDem itu, kondisi dunia saat ini sedang menghadapi ketidakpastian tinggi.
 

Mulai dari konflik geopolitik, ketegangan kawasan, krisis energi, hingga tekanan ekonomi global dinilai menuntut Presiden membangun komunikasi lebih intensif dengan negara-negara sahabat.
 

“Situasi hari ini mengharuskan Presiden membangun hubungan yang lebih intensif dan serius,” katanya.
 

Presiden Perlu Bangun Kedekatan Antarnegara
 

Saan menilai kunjungan luar negeri menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah perubahan global yang cepat.
 

Melalui diplomasi langsung antar pemimpin negara, Indonesia diharapkan mampu menjaga kepentingan nasional sekaligus memperluas kerja sama strategis internasional.
 

Jangan Sekadar Hitung Frekuensi Kunjungan
 

Ia meminta publik tidak hanya melihat jumlah perjalanan luar negeri Presiden semata.
 

Menurutnya, yang paling penting adalah manfaat diplomasi tersebut terhadap kepentingan nasional Indonesia.
 

“Tidak bisa dikomparasikan seakan-akan ini terlalu banyak. Ada urgensi yang memang harus dijawab Presiden,” tegasnya.
 

DPR Dukung Langkah Diplomasi Pemerintah
 

Saan juga menegaskan DPR memahami kebutuhan pemerintah untuk memperkuat hubungan internasional di tengah dinamika global yang terus berubah.
 

Ia berharap diplomasi aktif yang dijalankan Presiden dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas ekonomi, investasi, energi, dan kepentingan strategis Indonesia lainnya.rajamedia

Komentar: