Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Serangan Israel ke Markas UNIFIL, DPR Minta Evaluasi Misi TNI di Lebanon

Laporan: Halim Dzul
Selasa, 31 Maret 2026 | 13:45 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono - Humas DPR -
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator – Serangan misil Israel yang menghantam markas pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon jadi alarm keras bagi Indonesia. DPR RI menilai insiden ini harus menjadi momentum evaluasi serius terhadap keterlibatan prajurit TNI dalam misi perdamaian dunia.
 

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan kondisi di lapangan saat ini sudah jauh dari kata kondusif. Menurutnya, pemerintah perlu menilai ulang apakah kehadiran TNI masih relevan di tengah eskalasi konflik yang terus memanas.
 

“Ini jadi kesempatan untuk koreksi. Apakah keberadaan prajurit kita benar-benar berfungsi atau justru berada dalam risiko besar,” kata Dave di Gedung DPR RI, Senayan, dikutip Selasa (31/3/2026).
 

Misi Perdamaian atau Jadi Target?
 

Dave mengingatkan, mandat utama TNI dalam misi internasional adalah menjaga perdamaian. Namun realitas di Lebanon menunjukkan situasi sebaliknya: konflik terus berlangsung dan bahkan menelan korban dari pasukan penjaga perdamaian.
 

Ia menyinggung gugurnya prajurit TNI, Praka Farizal Romadhon, sebagai bukti nyata bahwa risiko di lapangan semakin tinggi.
 

“Jangan sampai keberadaan kita justru menjadi target serangan. Ini yang harus dievaluasi secara serius,” tegas politisi Partai Golkar itu.
 

Menurutnya, jika fungsi menjaga perdamaian tidak bisa dijalankan secara optimal, maka perlu ada langkah strategis untuk melindungi keselamatan prajurit.
 

Kronologi Serangan Mematikan
 

Insiden tragis terjadi pada Minggu malam (29/3), saat sebuah proyektil menghantam posisi pasukan UNIFIL di wilayah Lebanon selatan, tepatnya di sekitar desa Adchit al-Qusayr.
 

Ledakan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel Defense Forces (IDF) dan kelompok Hezbollah. Akibat serangan itu, satu personel penjaga perdamaian tewas dan satu lainnya mengalami luka kritis.
 

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi bahwa korban tewas merupakan prajurit TNI. Selain itu, tiga personel Indonesia lainnya juga dilaporkan mengalami luka akibat tembakan artileri di sekitar lokasi kejadian.
 

Investigasi Masih Berjalan
 

Pihak UNIFIL menyatakan belum dapat memastikan asal proyektil yang menyebabkan ledakan tersebut. Saat ini, penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.
 

“Kami belum mengetahui asal proyektil tersebut. Investigasi sedang berlangsung untuk menentukan semua keadaan,” demikian pernyataan UNIFIL.
 

Di tengah situasi yang semakin tidak menentu, DPR menekankan pentingnya langkah cepat dan terukur dari pemerintah. Evaluasi misi, menurut Dave, bukan hanya soal strategi, tetapi juga menyangkut keselamatan prajurit Indonesia di garis depan konflik dunia.rajamedia

Komentar: