Seminar Natal Nasional 2025 Digelar di 9 Kota, Keluarga Ditegaskan Jadi Fondasi Bangsa!
RAJAMEDIA.CO - Jakarta — Panitia Natal Nasional 2025 telah melaksanakan rangkaian Seminar Natal Nasional yang digelar di sembilan kota dari barat hingga timur Indonesia.
Mengusung tema besar “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, forum ini menegaskan keluarga sebagai benteng pertama iman, karakter, dan ketahanan sosial bangsa di tengah krisis zaman.
Terinspirasi dari Matius 1:21–24, seminar menjadi bagian dari agenda resmi Natal Nasional 2025, melengkapi rangkaian aksi nyata lintas iman seperti bantuan pendidikan, penanganan bencana, sembako, ambulans, hingga renovasi gereja di berbagai daerah.
Natal Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Sosial
Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025 Maruarar Sirait menegaskan, seminar ini tidak berhenti pada diskusi teologis, melainkan menjadi gerakan kebangsaan yang menyentuh akar persoalan masyarakat.
“Keluarga adalah fondasi kehidupan. Dari sanalah nilai kasih, harapan, dan ketahanan bangsa dibentuk,” ujar Maruarar, Sabtu (3/1/2026).
Ia menambahkan, penyelenggaraan seminar di berbagai wilayah menjadi wujud komitmen Panitia Natal Nasional untuk hadir dan mendengar langsung denyut persoalan keluarga Indonesia.

Dari Bandung hingga Merauke
Rangkaian seminar telah dimulai sejak 10 Desember 2025 di Bandung, bekerja sama dengan Universitas Parahyangan dan PMKRI. Selanjutnya digelar di Medan, Manado, Palangkaraya, Ruteng, Ambon, Toraja, hingga Merauke, melibatkan kampus, sinode gereja, organisasi kepemudaan, dan pemerintah daerah.
Pada 3 Januari 2026, seminar utama berlangsung di Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta, berkolaborasi dengan Kementerian Agama RI, mengangkat subtema “Keluarga Bertahan di Tengah Tantangan Kota Metropolitan”.
Negara Kuat Dimulai dari Keluarga Utuh
Rektor STFT Jakarta sekaligus Koordinator Seminar Natal Nasional Pdt. Prof. Binsar J. Pakpahan mengajak peserta menjaga ketahanan keluarga, khususnya di kota besar yang sarat tekanan ekonomi dan sosial.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kerapuhan keluarga berdampak langsung pada kerusakan sosial dan negara.
“Tidak mungkin kita memiliki negara ideal jika keluarga berantakan. Perceraian adalah tantangan besar, dan korbannya adalah anak-anak,” tegas Menag.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Prof. Stella Christie menyoroti pentingnya komunikasi sederhana namun bermakna antara orang tua dan anak.
“Makan bersama dan berbicara dengan anak adalah langkah kecil yang dampaknya besar,” ujarnya.
_1767462561.jpg)
Lintas Iman, Lintas Sektor
Seminar juga menghadirkan tokoh lintas iman dan profesi, antara lain Dr. (HC) James T. Riady, Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn F. Manuputty, psikolog keluarga Anna Surti Ariani, serta aktivis lingkungan Hening Parlan.
Seluruh seminar akan dirangkum dalam buku elektronik rekomendasi penguatan keluarga Indonesia, sebagai bahan refleksi dan rujukan kebijakan.

Aksi Nyata: Dari Beasiswa hingga Ambulans
Selain seminar, Panitia Natal Nasional 2025 menyalurkan bantuan sosial besar-besaran, antara lain:
- Bantuan pendidikan Rp10 miliar di 10 wilayah
- 20.000 paket sembako
- 35 unit ambulans
- Renovasi 100 gereja di 38 provinsi
- 10.000 Alkitab, 1.000 kursi roda, dan jembatan gantung di Papua Pegunungan
- Santunan Rp4,5 miliar untuk 3.000 tamu kehormatan Natal Nasional
- Bantuan bencana Rp2,8 miliar di berbagai daerah
Natal yang Dihidupi, Bukan Sekadar Dirayakan
Rangkaian Seminar Natal Nasional 2025 akan ditutup pada 29 Januari 2026 di Universitas Pelita Harapan (UPH), Jakarta.
Maruarar Sirait menutup dengan pesan reflektif:
“Natal mengingatkan kita untuk kembali pada kasih dan kepedulian. Bukan hanya dirayakan, tetapi dihidupi melalui tindakan nyata.”![]()
Opini | 4 hari yang lalu
Nasional | 8 jam yang lalu
Nasional | 22 jam yang lalu
Olahraga | 5 hari yang lalu
Hukum | 6 hari yang lalu
Opini | 3 hari yang lalu
Nasional | 6 hari yang lalu
Ekbis | 5 hari yang lalu
Politik | 2 hari yang lalu
