Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

BMKG Keluarkan Alarm Cuaca Nasional, Hujan Ekstrem Mengintai hingga 16 Februari

Laporan: Firman
Kamis, 12 Februari 2026 | 20:11 WIB
----
----

RAJAMEDIA.CO - Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem nasional yang berlaku hingga 16 Februari 2026. Peringatan ini menyasar seluruh wilayah Indonesia, seiring menguatnya Monsun Asia yang memicu pertumbuhan awan hujan secara masif, terutama di wilayah barat hingga tengah Indonesia.
 

BMKG mengingatkan, hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin kencang, gelombang tinggi, hingga banjir rob di wilayah pesisir.
 

Kalimantan Timur Awas, Bali hingga NTT Siaga
 

Dalam periode 12–14 Februari 2026, BMKG menetapkan sejumlah wilayah dalam status kewaspadaan berjenjang.
 

Status Awas diberikan kepada Kalimantan Timur, yang berpotensi mengalami hujan ekstrem dalam dua hari berturut-turut.
 

Sementara itu, Status Siaga ditetapkan untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat potensi hujan sangat lebat.
 

Adapun Status Waspada berlaku hampir di seluruh provinsi lainnya, mencakup sebagian besar Sumatra, Jawa (terutama Jawa Timur dan Banten), Sulawesi, hingga Papua.
 

Gelombang 4 Meter dan Ancaman Banjir Rob
 

Tak hanya hujan ekstrem, BMKG juga mengeluarkan peringatan gelombang laut tinggi di berbagai perairan Indonesia.
 

Gelombang laut diperkirakan dapat mencapai hingga 4 meter dan berpotensi terjadi hingga 14 Februari 2026, sehingga aktivitas pelayaran dan nelayan diminta meningkatkan kewaspadaan.
 

Selain itu, BMKG juga memperingatkan potensi banjir pesisir (rob) yang diprediksi terjadi mulai 12 hingga 24 Februari 2026, khususnya di pesisir utara Jakarta dan sejumlah wilayah pesisir lainnya di Indonesia.
 

Musim Hujan Diprediksi Bertahan hingga Maret 2026
 

BMKG menjelaskan, dominasi Monsun Asia yang semakin aktif menjadi faktor utama meningkatnya curah hujan secara signifikan. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung, dengan musim hujan berlanjut hingga Maret 2026.
 

Masyarakat diimbau untuk:

- Terus memantau informasi resmi melalui Aplikasi InfoBMKG

- Meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi

- Melaporkan kejadian banjir, longsor, atau cuaca ekstrem melalui kanal resmi seperti PetaBencana.id
 

BMKG menegaskan, kewaspadaan dini dan respons cepat masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko di tengah cuaca ekstrem yang masih membayangi Tanah Air.rajamedia

Komentar: