Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Menteri PKP Ara Siapkan 1.000 Rumah Subsidi Buat Wartawan, Kawal Biar ga Jadi Omon-omon!

Laporan: Firman
Rabu, 02 April 2025 | 13:48 WIB
Menteri PKP Maruarar Srait mengaju telah menyiapkan 1.000 rumah subsidi buat Wartawan. - Dok. ANTARA -
Menteri PKP Maruarar Srait mengaju telah menyiapkan 1.000 rumah subsidi buat Wartawan. - Dok. ANTARA -

RAJAMEDIA.CO - Raja Media, Jakarta -  Kabar baik buat wartawan! Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menyiapkan 1.000 rumah subsidi khusus bagi para jurnalis. Selain itu, 20.000 unit dialokasikan buat petani dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
 

"Wartawan sudah kami alokasikan 1.000 ya," kata Ara usai menghadiri open house Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, di Jakarta, Selasa (1/4) malam.
 

Kuota Buat Profesi Lain Juga Gede
 

Nggak cuma wartawan dan petani, Menteri Ara juga sudah mengalokasikan:

✅ 20.000 rumah buat nelayan
✅ 20.000 buat buruh
✅ 20.000 buat tenaga migran
✅ 30.000 buat tenaga kesehatan (perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat)
✅ 5.000 buat prajurit TNI AD
✅ 14.500 buat personel kepolisian
 

"Dari kuota 220.000 unit, kenapa kita buat ini? Supaya ada kepastian. Bagi siapa? Bagi bank, penyalur, Tapera, pengembang, dan konsumen," tegasnya.
 

Undang Profesi, Pastikan Tepat Sasaran
 

Menteri PKP berencana mengundang perwakilan dari setiap profesi buat bahas program rumah subsidi ini.
 

"Nanti yang wartawan pasti kita ajak ngomong organisasinya dan perwakilan wartawannya," kata Ara.
 

Rumah-rumah subsidi ini bakal dibangun di seluruh Indonesia dan didukung langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, serta CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.
 

Bahkan, kebijakan Giro Wajib Minimum (GWM) sudah dilonggarkan dari 5 persen jadi 4 persen, baik buat rumah subsidi maupun komersial.
 

Ara: Jangan Ada Rumah Subsidi yang Gampang Retak!
 

Menteri PKP menjamin kualitas rumah subsidi nggak abal-abal. Makanya, pihaknya menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) buat audit ke lapangan.
 

"Jangan lagi ada rumah subsidi yang nggak tepat sasaran, jangan lagi ada yang belum setahun sudah bocor, retak-retak temboknya. Kasihan rakyat," tegasnya.
 

Selain itu, penentuan penerima rumah subsidi juga bakal pakai data Badan Pusat Statistik (BPS) buat memastikan bantuan benar-benar nyampe ke mereka yang butuh.

 

Sumber: Antara.rajamedia

Komentar: