Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Siklon Luana Mengancam Selatan Indonesia, BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem!

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 24 Januari 2026 | 19:08 WIB
Siklon Tropis Luana  - Foto: Instagram/@infobmkg -
Siklon Tropis Luana - Foto: Instagram/@infobmkg -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi terbentuknya Siklon Tropis Luana di Samudra Hindia bagian selatan Nusa Tenggara Timur (NTT). Fenomena ini memicu peringatan dini cuaca ekstrem berupa angin kencang, hujan lebat, dan gelombang laut tinggi yang berdampak pada sedikitnya enam provinsi di Indonesia.
 

BMKG mencatat, siklon ini resmi terbentuk pada Sabtu, 24 Januari 2026 pukul 01.00 WIB, setelah sebelumnya terpantau sebagai Bibit Siklon Tropis 91S selama beberapa hari terakhir.
 

Berawal dari Bibit Siklon, Menguat di Selatan NTT
 

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan bahwa Bibit Siklon Tropis 91S mengalami penguatan signifikan hingga memenuhi kriteria sebagai siklon tropis dan diberi nama Luana.
 

“Pusat Siklon Tropis Luana berada di selatan Nusa Tenggara Timur. Meski tidak masuk daratan, dampak tidak langsungnya meluas hingga wilayah selatan Indonesia,” ujar Teguh dalam keterangan tertulis, melansir laman RRI, Sabtu (24/1/2026).
 

Angin Kencang dan Gelombang Tinggi Mengancam Pesisir Selatan
 

Keberadaan Siklon Luana menyebabkan peningkatan kecepatan angin permukaan yang signifikan, terutama di wilayah selatan Indonesia. BMKG memperingatkan potensi angin kencang yang bersifat merusak serta gelombang laut sangat tinggi.
 

“Dampak tidak langsung siklon ini dapat memicu angin kencang sejak pagi hingga malam hari, khususnya di wilayah Jawa Tengah bagian selatan,” kata Teguh.
 

BMKG juga mencatat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang di Jawa Timur dan Bali, dengan tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter.
 

NTB–NTT Waspada Gelombang Ekstrem Hingga 6 Meter
 

Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi kawasan dengan tingkat risiko paling tinggi. BMKG memprakirakan hujan lebat disertai kilat, angin kencang, serta gelombang ekstrem di perairan sekitarnya.
 

Di Samudra Hindia selatan NTT, tinggi gelombang bahkan diperkirakan mencapai 4 hingga 6 meter, kondisi yang sangat berbahaya bagi aktivitas pelayaran dan nelayan.
 

Selain itu, potensi angin kencang lokal dan gelombang tinggi juga mengintai wilayah pesisir selatan DIY dan Jawa Tengah.
 

BMKG Imbau Nelayan Tak Melaut
 

BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan operator pelayaran untuk tidak memaksakan aktivitas di laut selama kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung.
 

Keselamatan pelayaran, aktivitas wisata bahari, serta kegiatan di wilayah pesisir diminta menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan masyarakat.
 

Bergerak Menjauh, Tapi Dampak Masih Terasa
 

BMKG memprakirakan Siklon Tropis Luana akan bergerak menjauhi wilayah Indonesia ke arah tenggara dalam 24 jam ke depan. Meski demikian, sisa dampaknya diperkirakan masih dirasakan hingga Minggu, 25 Januari 2026.
 

BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dan memperhatikan peringatan dini yang dikeluarkan secara resmi.rajamedia

Komentar: