Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Maruarar Sirait: Dukungan Palestina Adalah Panggilan Iman dan Kemanusiaan

Laporan: Zaki
Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:45 WIB
Ketua Panitia Natal Nasioan 2025 Maruarar Sirait saat di wawancara nusantaratv (ntv) terkait polemik dukungan untuk Palestina - Repro ntv -
Ketua Panitia Natal Nasioan 2025 Maruarar Sirait saat di wawancara nusantaratv (ntv) terkait polemik dukungan untuk Palestina - Repro ntv -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta – Menjawab pertanyaan publik yang terus mengemuka, Ketua Panitia Natal Nasional 2025 Maruarar Sirait menjelaskan secara terbuka alasan di balik dukungan kemanusiaan yang diberikan kepada rakyat Palestina. 

Ia menegaskan, sikap tersebut berangkat dari nilai iman sekaligus komitmen kemanusiaan universal.
 

“Untuk kemanusiaan di Palestina, saya rasa sikap iman saya kokoh untuk itu,” ujar Maruarar, dalam wawancara dengan NTV, Jumat (2/1/2026). 
 

Maruarar yang saat ini menjabat Menteri PKP itu menambahkan bahwa ajaran kasih yang ia yakini mendorong untuk mengasihi sesama manusia tanpa melihat batas negara maupun perbedaan.
 

Solidaritas Palestina Soal Kemanusiaan
 

Maruarar menegaskan, dukungan terhadap Palestina bukan agenda politik, melainkan persoalan kemanusiaan. Ia menyampaikan keyakinannya secara terbuka dengan merujuk pada nilai-nilai iman yang mengajarkan kasih kepada sesama.
 

“Saya sampaikan dengan keyakinan, dengan iman saya dan Tuhan Yesus ajarkan kita mengasihi sesama manusia sebagai diri kita sendiri. Dan bagi kami itu adalah soal kemanusiaan,” tegasnya.
 

Sebagai wujud nyata solidaritas tersebut, panitia Natal Nasional juga mengundang Duta Besar Palestina untuk hadir dalam rangkaian acara yang dijadwalkan berlangsung pada hari Senin (5/1/2026).
 

“Kita dengan ikhlas ingin menunjukkan juga solidaritas kita untuk kemanusiaan di Palestina,” ujarnya.
 

Menghormati Perbedaan Pandangan
 

Di tengah beragam diskursus yang berkembang di ruang publik, Maruarar menyatakan sikap terbuka dan menghormati pandangan yang berbeda. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi, namun tidak boleh menghilangkan empati kemanusiaan.
 

“Saya menghormati pandangan yang berbeda untuk itu,” katanya.
 

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah dan berbagai elemen masyarakat tetap hadir bersama saudara-saudara di dalam negeri, khususnya di wilayah yang terdampak bencana dan membutuhkan perhatian serius.
 

Bantuan Nyata di Dalam Negeri Tetap Berjalan
 

Maruarar memastikan, solidaritas global tidak mengurangi komitmen membantu masyarakat Indonesia. Berbagai bantuan kemanusiaan telah dan terus disalurkan, mulai dari pendidikan, sembako, ambulans, hingga renovasi gereja di sejumlah daerah.
 

“Kita sudah hadir bersama saudara-saudara kita di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, dan Jawa Timur,” ungkapnya.
 

Selain itu, panitia juga menyiapkan bantuan pendidikan senilai Rp10 miliar untuk 1.000 penerima, dengan alokasi Rp10 juta per orang, yang akan disalurkan di 10 titik wilayah.
 

Wilayah sasaran bantuan pendidikan tersebut meliputi Papua, Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Tana Toraja, Nusa Tenggara Timur, Mentawai, Nias, dan Tapanuli.
 

Negara Hadir, Iman Menjadi Fondasi
 

Maruarar menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Indonesia mampu berjalan seimbang: membantu rakyat sendiri sekaligus menunjukkan solidaritas global. Bagi dirinya, iman menjadi fondasi untuk terus berpihak pada nilai kemanusiaan.
 

“Sikap iman saya kokoh untuk itu,” pungkas Ara menegaskan.rajamedia

Komentar: