Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Bulog Gandeng BRIN, Teknologi Baru Disiapkan untuk Cegah Beras Berkutu

Laporan: Firman
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:37 WIB
Ilustarasi beras Bulog - Repro -
Ilustarasi beras Bulog - Repro -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta — Perum Bulog mengambil langkah strategis menjaga kualitas cadangan pangan nasional. Bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bulog menyiapkan penerapan teknologi baru untuk pemeliharaan stok beras agar lebih tahan lama, bebas kutu, dan tetap layak konsumsi.
 

Langkah ini menjadi penting di tengah besarnya stok cadangan beras pemerintah yang kini mencapai 3,25 juta ton, hasil peralihan pengelolaan dari tahun 2025 ke 2026.
 

Koordinasi Awal dengan BRIN
 

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan koordinasi awal dengan BRIN telah dilakukan. Dukungan teknologi dari lembaga riset negara tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan logistik pangan nasional.
 

“Kami sudah koordinasi dengan Kepala BRIN. BRIN akan suport kami untuk pemeliharaan beras ke depan, ada teknologi baru,” ujar Rizal dalam jumpa pers Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
 

Meski belum merinci jenis teknologi yang akan digunakan, Rizal menegaskan fokus utama inovasi tersebut adalah menjaga kualitas stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog.
 

Teknologi Dalam Negeri, Kurangi Ketergantungan Asing
 

Kerja sama Bulog dan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras karya anak bangsa. Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan daya tahan beras tanpa ketergantungan pada teknologi luar negeri.
 

“Enggak usah pakai teknologi-teknologi dari luar. Teknologi orang Indonesia aja sudah pintar-pintar. Dari Kepala BRIN disampaikan ada teknologi baru untuk menjaga beras jadi lebih sehat, lebih kuat, dan tahan lama,” beber Rizal.
 

Teknologi tersebut diklaim mampu menjaga stabilitas kualitas beras selama masa penyimpanan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
 

Akan Diterapkan di Seluruh Gudang Bulog
 

Bulog memastikan kerja sama ini tidak berhenti pada tataran konsep. Pembahasan teknis lanjutan akan dilakukan agar teknologi baru bisa diterapkan secara efektif di seluruh fasilitas penyimpanan beras milik negara.
 

“Nanti kami tindaklanjuti dan diskusikan dengan Kepala BRIN untuk diterapkan di Bulog,” jelas Rizal.
 

Ia menegaskan komitmen Bulog menjaga kualitas beras dari Sabang hingga Merauke melalui sistem pengawasan terpadu dan berlapis.
 

Pengawasan Berlapis hingga Fumigasi
 

Selama ini, Bulog menerapkan sistem pemeliharaan beras secara berjenjang, mulai dari pemeriksaan harian, mingguan, bulanan, triwulanan, hingga per semester. Setiap indikasi penurunan kualitas atau serangan hama akan langsung ditangani.
 

“Sehingga indikasi-indikasi penyakit atau beras berkutu itu tidak menyebar ke yang lain,” ucap Rizal.
 

Langkah percepatan seperti fumigasi terukur dilakukan untuk memastikan stok beras tetap aman dan layak konsumsi.
 

Sorotan DPR soal Beras Berkutu
 

Upaya Bulog ini tak lepas dari sorotan Komisi IV DPR RI. Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Soeharto, sebelumnya mengungkap temuan beras impor berkutu di Gudang Bulog Yogyakarta saat kunjungan kerja masa reses.
 

“Pada kunjungan kerja ke Yogya, kami meninjau Gudang Bulog dan menemukan masih banyak beras sisa impor yang sudah banyak kutu,” kata Titiek Soeharto dalam rapat kerja dengan Kementerian Pertanian, Selasa (11/3/2025).
 

Dengan kolaborasi bersama BRIN, Bulog berharap persoalan klasik beras berkutu dapat ditekan, sekaligus memastikan cadangan pangan nasional tetap sehat, kuat, dan tahan lama.rajamedia

Komentar: