Negara Hadir untuk Prajurit, Rusun Kopassus Segera Dibangun di Solo
RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Perumahan Rakyat — Pemerintah menegaskan komitmennya menghadirkan hunian layak bagi prajurit TNI. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan, pembangunan rumah susun (rusun) untuk prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) akan mulai direalisasikan tahun ini di Solo, Jawa Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Maruarar usai berdiskusi langsung dengan Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Senin (9/2/2026).
Tindak Lanjut Aspirasi Prajurit
Maruarar mengatakan, rencana pembangunan rusun tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi para prajurit Kopassus yang menginginkan hunian layak dan nyaman bagi keluarga mereka.
“Tahun ini kami akan mulai membangun satu tower rumah susun delapan lantai. Ini adalah wujud nyata kehadiran negara bagi prajurit yang telah mengabdi dengan penuh dedikasi,” ujar Maruarar.
Sinergi PKP, Tapera, dan BSPS
Menurutnya, pembangunan rusun Kopassus tidak dilakukan secara parsial. Kementerian PKP akan bersinergi dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) serta Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Skema tersebut dirancang agar pembangunan hunian prajurit berjalan dengan prinsip gotong royong dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat akses pembiayaan perumahan bagi aparatur negara.
Hunian Layak, Tugas Negara Lebih Optimal
Maruarar menegaskan, pemenuhan kebutuhan dasar prajurit merupakan bagian dari strategi memperkuat pertahanan nasional.
“Kami percaya, prajurit yang memiliki rumah layak akan lebih tenang, lebih fokus, dan optimal dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara,” katanya.
Pembangunan rusun Kopassus di Solo ini diharapkan menjadi model penyediaan hunian vertikal bagi prajurit TNI di berbagai daerah lainnya.![]()
Olahraga 2 hari yang lalu
Pendidikan | 3 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Politik | 5 hari yang lalu
Info Haji | 4 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Politik | 3 hari yang lalu
Daerah | 6 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
