Utut Adianto: Pengiriman Pasukan ke Gaza Jangan Terlalu Besar
RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Polkam – TNI Angkatan Darat tengah menyiapkan prajurit untuk bergabung dalam misi pasukan perdamaian Dewan Perdamaian atau Board of Peace, sebuah inisiatif baru yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Rencana ini bertujuan mempercepat pemulihan Gaza, Palestina, pascakonflik berkepanjangan.
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengungkapkan, pengiriman pasukan Indonesia merupakan bagian dari misi penjaga perdamaian (peacekeeping forces) yang tengah dirundingkan di tingkat internasional. Namun ia mengingatkan agar jumlah personel yang dikirim tidak berlebihan.
"Intinya, hemat saya tidak perlu terlalu besar seperti yang 20 ribu itu. Teman-teman di Kementerian Pertahanan sudah punya ukuran," ujar Utut dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/2/2026).
Legislator Fraksi PDIP itu menjelaskan, rencana ini telah melalui serangkaian pembahasan strategis, termasuk dalam pertemuan Presiden RI dengan para mantan menteri luar negeri, tokoh nasional, dan ilmuwan di Istana Negara pada 4 Februari lalu. Dalam pertemuan itu, Presiden disebut memaparkan secara komprehensif filosofi keterlibatan Indonesia hingga dinamika geopolitik terkini di Gaza.
Amanat Konstitusi dan Solusi Dua Negara
Menurut Utut, pengiriman pasukan ke Gaza sejalan dengan amanat UUD 1945 yang menugaskan Indonesia ikut serta dalam memelihara ketertiban dan perdamaian dunia. Ia juga menegaskan konsistensi sikap politik Indonesia yang selama ini mendukung kemerdekaan Palestina.
"Hampir semua partai, termasuk partai kami, menyetujui bahwa kemerdekaan Palestina adalah hak mereka," tuturnya.
Meski demikian, Utut menyampaikan bahwa Presiden turut mengingatkan pentingnya pendekatan realistis dalam penyelesaian konflik. "Bukan sekadar kemerdekaan Palestina, tetapi juga pengakuan dan hidup damai berdampingan, two state solution," katanya.
Ia menilai upaya perdamaian ini membutuhkan kepemimpinan global dan kompromi politik. "Ini adalah titik kompromi yang paling memungkinkan. Tidak bisa sebebas dan semau yang kita inginkan," imbuhnya.
TNI Sudah Siap, Tunggu Perintah
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto memastikan, TNI telah menyiapkan personel yang akan diterjunkan. "Mabes TNI dan Panglima TNI sudah menyiapkan prajurit kita. Intinya kita sudah siap, tinggal menunggu perintah dan koordinasi kapan diberangkatkan," ujarnya.
Hal senada disampaikan Wakil Panglima TNI Angkatan Darat, Tandyo Budi Revita. Ia menegaskan, TNI siap berkontribusi dalam misi perdamaian dengan jumlah pasukan yang akan disesuaikan hasil perundingan internasional.
"Pada prinsipnya TNI siap, berapapun yang dibutuhkan. Saat ini masih dalam proses perundingan. Jumlah pasukan secara pasti menunggu keputusan akhir bulan ini," kata Tandyo.
Dari sisi teknis, TNI akan merekrut prajurit yang memiliki pengalaman penugasan di misi perdamaian PBB, khususnya mereka yang pernah tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).
"Kita sudah mengirimkan pasukan sejak 2008 dan sudah berkali-kali. Orang-orang inilah yang nanti akan kita kirim, karena sudah punya pengalaman medan dan komunikasi dengan masyarakat," jelasnya.
Masih Tunggu Keputusan Politik
Utut menambahkan, kepastian pengiriman pasukan masih menunggu hasil koordinasi internasional dan keputusan politik pemerintah. Proses perundingan di tingkat global terus berlangsung, dan Indonesia disebut akan menyesuaikan langkah dengan dinamika yang ada.
Meski rencana ini masih dalam tahap finalisasi, sinyal kesiapan dari pemerintah dan TNI menunjukkan bahwa kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian global kembali memasuki babak baru.![]()
Olahraga 3 hari yang lalu
Pendidikan | 4 hari yang lalu
Olahraga | 4 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Politik | 5 hari yang lalu
Info Haji | 6 hari yang lalu
Daerah | 5 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
