Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Ara Satukan BRI–PNM, Bunga Mekar Siap Diturunkan untuk Ibu-Ibu Rumah Subsidi

Laporan: Halim Dzul
Senin, 09 Februari 2026 | 22:55 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait saat menerima kunjungan menerima kunjungan Dirut BRI Hery Gunardi dan Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi di kantor Kementerian PKP, Jakarta, Senin (9/2/2026). - Humas PKP -
Menteri PKP Maruarar Sirait saat menerima kunjungan menerima kunjungan Dirut BRI Hery Gunardi dan Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi di kantor Kementerian PKP, Jakarta, Senin (9/2/2026). - Humas PKP -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait kembali memainkan peran kunci dalam memperluas dampak ekonomi perumahan rakyat. Kali ini, Ara—sapaan akrabnya—menerima kunjungan Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hery Gunardi dan Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi di kantor Kementerian PKP, Jakarta, Senin (9/2/2026).
 

Pertemuan tersebut tak sekadar silaturahmi. Fokus utama pembahasan adalah penguatan pembiayaan rumah subsidi dan rencana penurunan suku bunga PNM Mekar bagi ibu-ibu penerima rumah subsidi yang mengembangkan usaha mikro.
 

BRI Tancap Gas, Rumah Subsidi Naik 100 Persen
 

Dalam pertemuan itu, Menteri Ara secara khusus menyampaikan apresiasi kepada BRI atas lonjakan dukungan terhadap program rumah subsidi.
 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Dirut BRI yang sudah membantu masyarakat lewat perumahan subsidi. Naik 100 persen dari 16 ribu unit di tahun 2024 menjadi 32 ribu unit di tahun 2025. Ini bukti nyata keberpihakan perbankan untuk rakyat kecil,” ujar Maruarar Sirait.
 

Peningkatan signifikan tersebut dinilai menjadi fondasi kuat bagi percepatan pemenuhan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
 

PNM Mekar: Mesin Ekonomi Perempuan Prasejahtera
 

Data yang disampaikan PNM menunjukkan skala program Mekar yang kian masif. Hingga Februari 2026, tercatat 16,2 juta nasabah aktif yang tersebar di 36 provinsi dan 60.260 desa serta kelurahan di seluruh Indonesia.
 

Program PNM Mekar kini menjadi salah satu pilar utama pemberdayaan ekonomi perempuan prasejahtera, termasuk bagi ibu-ibu yang telah memiliki rumah subsidi.
 

Efek Berlapis: Rumah Ada, Usaha Jalan
 

Menteri Ara menegaskan, sinergi antara sektor perumahan dan pembiayaan usaha mikro akan melahirkan dampak ekonomi berlapis. Hunian yang layak harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan penghuninya.
 

Ia bahkan membocorkan akan ada terobosan besar terkait kredit usaha PNM dalam waktu dekat.
 

“Kami sedang berdiskusi dengan BRI dan PNM agar ada terobosan yang lebih berpihak kepada rakyat. Salah satunya soal rencana penurunan bunga Mekar untuk ibu-ibu di rumah subsidi agar mereka bisa membuka usaha dengan lebih ringan,” ujarnya.
 

Ara menambahkan, gebrakan tersebut akan diumumkan pada Jumat, 13 Februari 2026, dalam agenda di kantor BRI, Sumedang.
 

BRI Siap Kawal Pembiayaan Rakyat

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan dukungan penuh terhadap langkah kolaboratif yang digagas Kementerian PKP.
 

“Kami senang bisa berdiskusi langsung dengan Pak Menteri PKP yang banyak membuat terobosan. BRI akan terus mendukung pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta berkolaborasi dengan PNM untuk membantu ibu-ibu Mekar di seluruh Indonesia,” kata Hery.
 

Menuju Perumahan yang Produktif
 

Kolaborasi PKP–BRI–PNM ini menandai arah baru kebijakan perumahan nasional: rumah tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat produktivitas ekonomi keluarga.
 

Jika rencana penurunan bunga PNM Mekar benar-benar terealisasi, rumah subsidi berpotensi menjadi titik awal lahirnya jutaan usaha mikro baru yang digerakkan oleh perempuan Indonesia.rajamedia

Komentar: